Margiono Pulang 

“Saya sedang menuju Surabaya, mendampingi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Besok, Pak Margiono daftar ke KPU sebagai calon Bupati Tulungagung.”

Margiono mencalonkan diri menjadi bupati? Begitulah kabar yang datang dari Ketua PWI Aceh, Tarmilin. 

Benar adanya, Margiono melalui Hery Norista telah mengambil formulir pendaftaran (2/1) dan harus dikembalikan pada jadwal pendaftararan yaitu 8 – 10 Januari 2018. Dua kandidat lain yang sudah mengambil formulir pendaftaran adalah Suparlan dan Syahri Mulyo. 

Bagi masyarakat Tulungagung, Margiono bukanlah orang assig, apalagi orang luar Tulungagung yang dikirim untuk menjadi calon pemimpin Tulungagung. 

“Margiono pulang,” kata Sulastri, warga Surabaya yang mengaku mengenali sosok Margiono, Senin (8/1) siang.

Margiono adalah putra kelahiran Tulungagung, tepatnya di Desa Sambitan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Pada 31 Desember tahun ini usia beliau genap 57 tahun. 

Bagi kalangan wartawan, sosok Margiono tidaklah asing. Hampir sepenuh hidupnya dihabiskan untuk kerja jurnalistik di media Jawa Pos. Dari rute jurnalistik inilah menghantar Margiono menjadi Ketua PWI Pusat, hingga dua periode. 

Margiono adalah master yang membesarkan media Harian Rakyat Merdeka (Jawa Pos Grup), mulai pemimpin redaksi hingga sebagai Direktur Utama Rakyat Merdeka. 

Hingga Margiono mempimpin PWI dalam dua periode menunjukkan bahwa Margiono sosok istimewa, bukan hanya dikalangan jurnalis dan pemimpin media melainkan juga menjadi sosok yang diterima oleh berbagai kalangan di luar dunia jurnalistik. 

Pemilihan Bupati Tulungagung  digelar Juni 2018, sebagai bagian dari Pilkada serentak 2018.

Kepada aceHTrend berjanji akan mengirimkan kabar terkait pendaftaran Margiono sebagai calon Bupati Tulungagung. “Besok saya akan bagikan untuk aceHTrend,” sebutnya. []