Agar Akbar Tidak Lagi Merayap Saat Pergi Sekolah

Haji Uma saat mengantarkan kursu roda untuck Akbar (Foto: IST)

ACEHTREND.CO Lhoksukon – Muhammad Akbar (9) bocah asal Gampong Mesjid Kecamatan Samudera Aceh Utara tiap pagi harus merayap sejauh sampai satu kilometer untuk sampai ke sekolahnya.

Pasalnya, anak ketiga dari empat bersaudara ini tak bisa berjalan normal seperti bocah yang lain seusianya. Namun, setelah mendapat bantuan kursi roda dari H Sudirman alias Haji Uma anggota DPD RI pada Kamis (11/01/2017) malam, kini bocah tersebut sudah dapat sekolah dengan kursi roda tersebut.

“Sembilan tahun yang lalu, ketika mengandung untuk anak ketiga saya ini (Muhammad Akbar), dokter menyarankan agar saya melahirkan secara operasi, karena berat anak saya ketika itu capai 4 kilo. Tapi karena saya tak memiliki uang untuk operasi, sehingga terpaksa melahirkan secara normal,” ujar Jannati (35) ibu kandung Akbar, Kamis (11/1/2018).

Jannati menyebutkan sempat kesulitan ketika melahirkan untuk Akbar. Bahkan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dua anaknya sebelumnya. “Sejak kecil anak saya itu mengeluarkan cairan di pinggang bagian belakang. Dokter menyebutkan dia harus segera dioperasi karena mengalami penyempitan saraf. Meskipun biaya iperasi gratis tapi untuk transportasi tak punya uang,” katanya.

Jannati menyebutkan tak tega melihat anaknya merayap ke sekolah, sehingga bagian lututnya berdarah dan kakinya kotor ketika sampai ke sekolah, tapi tak ada pilihan lain. Sebab tiap Jannati pagi harus mengupah cuci pakaian dan menyediakan sarapan untuk tiga anaknya yang lain. “Anak saya tak minder. Meskipun kondisi fisiknya demikian, tapi dia anak yang cerdas,” ujar Jannati.

Jannati sangat bersyukur ketika Haji Uma mendatangi rumahnya dan mengantarkan bantuan kursi roda, dua seragam sekolah, buku dan atas. “Alhamdulillah, kini anak saya sudah bisa ke sekolah dengan adanya bantuan kursi roda dari Haji Uma.,” katanya. Apalagi mengaku sudah lama mengurus bantuan kursi, termasuk ke sejumlah anggota dewan dan dinas, tapi sampai sekarang tak mendapatkannya.

Sementara Haji Uma menyebutkan, dia mendapat informasi dari warga ada bocah yang harus merayap ketika ke sekolah, karena itu membutuhkan bantuan kursi roda. Dirinya langsung berkomunikasi dengan Dinas Sosial Aceh untuk menanyakan bantuan kepada anak tersebut. “Ketika saya minta KTP dan KK, pihak keluarga agak keberatan, karena sebelumnya mengaku ada yang juga meminta, tapi bantuannya tidak ada,” katanya.

Tapi Haji Uma langsung menegaskan, jika dirinya tak mendapatkan kursi roda dari pemerintah, akan mengeluarkan dana pribadinya membeli kursi untuk anak tersebut. “Ketika kita sampaikan Kepala Dinas Sosial Alhudri, dia merespon dan bersedia membantu. Langsung kita tugaskan staf untuk membawa bantuan tersebut dari Banda Aceh ke Aceh Utara guna dapat kita serahkan kepada bocah itu,” katanya.

Haji Uma juga menyerahkan bantuan pribadinya dalam bentuk uang, tas, dua seragam sekolah, dan buku. Bantuan itu langsung diantar Haji Uma pada Kamis (11/1) malam ke rumah bocah tersebut sekaligus untuk melihat dan memotivasi agar anak itu tetap rajin sekolah. “Saya sedih mendengar dan ketika melihat kondisi bocah tersebut. Karena itu langsung mengantar bantuan meskipun sudah malam, supaya anak itu tetap bisa sekolah,” pungkas Haji Uma.[]