Profesor Malaysia Berharap Syariat Islam di Aceh Jadi Model bagi Negara Lain

Usai pengajian KWPSI Aceh (Foto: aceHTrend/Hasan Basri)

ACEHTREND.CO-Banda Aceh – Dosen Pascasarjana Universiti Utara Malaysia (UUM), Prof Dr Jamaluddin Mustaffa mengatakan, Provinsi Aceh sangat beruntung karena Indonesia memberikan kewenangan bagi Aceh untuk memberlakuan Syariat Islam di daerahnya. Untuk itu, Aceh harus bersyukur dan serius dalam menerapkan keistimewaan dalam bidang agama ini sehingga dapat menjadi model bagi negara-negara lain.

“Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh diharap menjadi model bagi negara-negara lain, terutama bagi Malaysia. Tidak mudah mendapatkan kewenangan menerapkan hukum Islam dalam sebuah negara,” ungkap Prof Dr Jamaluddin Mustaffa, yang menjadi narasumber pada pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Rabu (28/2/2018) malam, di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke Banda Aceh.

“Kami di Negeri Kedah belum mendapatkan hak untuk menerapkan hukum Islam seperti di Aceh. Banyak yang menentang terhadap usaha memberlakukan hukum Islam di Kedah. Kami berharap penerapan Syariat Islam di Aceh berlangsung dengan baik dan berdampak pada penurunan tindak kriminal,” katanya.

Menurut Prof Jamaluddin, kembali kepada ajaran agama adalah solusi dalam memperbaiki akhlak manusia. “Tindakan kriminal terjadi karena manusia menjauhkan diri dari agama, pelakunya tidak lagi mengenal Tuhannya,” kata kriminolog UUM itu.

Jamaluddin mengakui terkadang semakin diterapkan hukum semakin meningkat pula kejahatan dalam masyarakat. “Nah, untuk itu, pembinaan dan pendidikan harus dikedepankan sehingga adanya kesadaran dalam diri seseorang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama KWPSI juga menghadirkan lima narasumber lain dari UUM Malaysia, yaitu: Dr Nabisah Ibrahim (pakar psikologi), Prof Dr Kamal A Hamid (pakar narkoba), Dr Zawawi (pakar hukum), Dr Syakiran (pakar administrasi publik), dan Dr Siti Rozaina (pakar psikologi).

Pengajian yang dihadiri puluhan jamaah dan aktivis media itu dipandu oleh dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Hasan Basri M Nur. []