Membongkar Inflasi dan Krisis Finansial, di mana Islam?

Oleh Furqan*)

Perbincangan tentang inflasi dan krisis finansial selalu menarik untuk dikaji,apalagi menyangkut tentang perekonomian sebuah negara dan global.Inflasi bisa diibaratkan sebagai indikasi penyakit yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu natural inflation dan human error inflation. Kemiskinan dan pengangguran juga akan diperparah dengan adanya tingkat inflasi yang tidak terkendali.

Di sini penulis ingin berbagi pemahaman tentang inflasi dan nilai-nilai apa yang harus dipraktekkan kembali sebagai solusi dari permasalahan inflasi yang terjadi selama ini terutama yang disebabkan oleh manusia.

Inflasi adalah kenaikan yang menyeluruh dari jumlah uang yang dibayarkan (nilai unit penghitungan moneter) terhadap barang-barang/komoditas atau jasa,artinya terjadi kenaikan barang secara menyeluruh sehingga uang yang kita pakai menurun nilainya.Menurut Taqiuddin Ahmad ibn al-Maqrizi (1364-1441M),salah satu murid ibnu khaldun inflasi disebabkan oleh dua faktor yaitu natural inflation dan human error inflation.

1.Natural Inflation

Adalah inflasi yang disebabkan oleh bencana alam,wabah penyakit,dan lain sebagainya yang membuat produksi barang menurun sedangkan jumlah uang yang beredar di masyarakat masih tetap sama.Inflasi bisa juga disebabkan oleh perbedaan ekspor impor,Biasanya disebut net positive eksport,dimana nilai ekspor lebih tinggi dibanding Impor sehingga uang yang masuk dari kegiatan eksport terlalu banyak (over money supply) sehingga meningkatnya jumlah permintaan barang (AD) sedangkan ketersediaan barang tidak mengalami peningkatan (AS).

2.Human Error Inflation

Inflasi ini disebabkan oleh kesalahan manusia,ada 3 hal yang termasuk kedalam kategori human error inflation,yaitu:

a.Corruption and Bad Administration (Korupsi dan Administrasi Yang Buruk)

Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya,secara garis besar dibagi menjadi dua biaya, yaitu fix cost seperti sewa gedung,beli mobil dll dan juga variable cost berupa bahan baku,biaya pekerja di mana biaya ini akan bertambah jika produksinya bertambah.Ketika adanya biaya tambahan yang tidak dibenarkan menurut hukum seperti pemberian fee atas setiap pemenangan proyek kepada pihak-pihak tertentu dalam instansi pemerintahan,secara tidak langsung sudah berkontribusi kepada naiknya biaya produksi perusahaan, ini juga berarti naiknya harga yang harus dibayar masyarakat untuk memiliki suatu barang atau jasa.Seandainya biaya siluman ini masuk keseluruh sector perusahaan yang ada di Indonesia bisa kita pastikan inflasi akan susah untuk dihindari malah makin memperburuk kondisi natural inflation (inflasi yang disebabkan oleh bencana alam)yang sedang terjadi.

b.Excessive Tax (Pajak yang Berlebihan)

Pajak memegang peranan yang sangat penting dalam sistem perekonomian sebuah negara.Pajak juga menjadi sumber pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah baik untuk membayar masyarakat yang bekerja di instansi pemerintahan,investasi di perusahaan BUMN, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya disamping pendapatan pemerintah dari perusahaan BUMN tadi.

Menerapkan pajak yang tinggi justru membuat perekonomian kita melemah,apalagi di tengah stagnannya perekonomian dalam negeri maupun global.Oleh karena itu pertimbangan penetapan pajak sangat memperhatikan kemampuan pembayar pajak,baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,terkadang karena terlalu menginginkan pendapatan pajak yang besar,negara memperbesar jumlah pajak yang harus dibayar, jika dilihat dalam jangka pendek mungkin pembayar pajak akan sanggup memenuhi kewajibannya tetapi jika berlangsung dengan sangat lama ini akan mempengaruhi kemampuan pembayar pajak dalam melakukan kegiatan produksi dan pada akhirnya perekonomian kita akan hancur.

Bagi Produsen,setiap pajak yang dikenakan pemerintah akan dinaikkan ke dalam biaya pokok produksi sebelum ditambah keuntungan.Artinya masyarakat sebagai pembelilah yang akan membayar pajak tersebut. Jika pajak terlalu besar otomatis harga akan naik selanjutnya fenomena inflasi akan berdampak pada menurunnya barang yang diproduksi,karena penyerapan barang dimasyarakat berkurang, juga berdampak pada bertambahnya pengangguran,kebutuhan akan semakin sulit dipenuhi dan pada akhirnya masyarakat dan negara akan hidup dalam kemiskinan.

c.Excessive Seignorage (Percetakan Uang Yang Berlebihan)

Adalah keuntungan dari percetakan koin yang didapat oleh percetakannya di mana biasanya percetakan tersebut dimiliki oleh pihak penguasa.Milton Friedman ekonom monetarist “Inflasi selalu terjadi dan dimana saja merupakan sebuah fenomena moneter”.Percetakan uang yang banyak tanpa dibarengi peningkatan sector rill bisa menyebabkan inflasi.Sebagai bukti penguat kita bisa melihat dua sejarah yang pernah terjadi dibawah ini.

Yunani dan Peradaban yang hilang

Pada era keemasan Yunani,emas dan perak pernah menjadi sebagai media tukar dan standar nilai (full-bodied monometallic standard) atau uang selama 4500 tahun sebelum pada akhirnya tahun 680 SM tepatnya,di Lydia mulai diperkenalkan jenis uang baru masih berbentuk koin logam dengan komposisi terbaru.

Dalam perjalanan sejarah,Yunani secara terus menerus melakukan peperangan untuk memperluas wilayah kekuasaanya.Membengkaknya pengeluaran pemerintah tidak bisa dielakkan lagi,semua sumber daya dan dan uang (emas dan perak) digunakan untuk membiayai perang sehingga mengalami defisit pembiayaan .Untuk mengatasinya cara terbaik yang dipilih oleh Yunani adalah dengan menerapkan sistem moneter baru (gold coin standard menjadi the gold bullion standard ) yaitu mencetak jenis uang dengan komposisi yang baru berbahan campuran emas dengan tembaga dan perak dengan tembaga.

Dengan lahirnya jenis mata uang baru dengan komposisi yang baru, perekonomian di Athena berlangsung sangat pesat dan banyak pembangunan yang berlangsung, selain juga terpenuhinya tujuan utama untuk pembiayaan peperangan.

Jika dilihat dari faktor utama jatuhnya Yunani mungkin bisa tergambarkan dalam satu kalimat ini “too much greed leading to too much war (terlalu rakus membawa terlalu banyak peperangan”.Asumsi yang digunakan adalah ketika dengan mengambil 1000 koin emas atau perak dari pajak lalu dicetak kembali dengan campuran 50% tembaga maka akan menjadi 2000 koin.

Dengan kehadiran jenis koin terbaru ini pemerintah sanggup membiayai apapun karena bisa mencetak dengan mudah. Masyarakat akhirnya menggunakannya sebagai alat tukar layaknya penggunaan emas dan perak. Setelah 2 tahun berjalan koin terbaru ini mengalami penurunan nilai karena terlalu banyak percetakan yang membuat membludaknya koin ini di masyarakat. Emas dan perak yang masih dimiliki oleh beberapa orang,harganya melebihi nilai koin terbaru yang dikeluarkan pertama kali artinya koin tersebut makin hari makin melemah nilainya dibanding emas dan perak.Akhirnya masyarakat dengan penuh kesadaran mulai menukarkan lagi koin yang terbuat dari bahan campuran dengan emas dan perak. Di sinilah akhir dari sejarah kejayaan Yunani,walaupun bisa memenangi banyak peperangan tetapi saat ditompang dengan sistem perekonomian yang rapuh,Yunani tetap saja tidak akan berdaya melawan dahsyatnya keruntuhan perekonomian imperiumnya.

John law Percetakan Uang dan Spekulasi saham

Pada abad ke-17 Perancis dipimpin oleh seorang Raja bernama Louis XIV.Setelah beberapa waktu memimpin Perancis,Louis XIV meninggal dunia dan mewarisi begitu banyak hutang. Untuk kelangsungan sistem pemerintahan Duke d’Orleans diangkat sebagai Raja sementara (Temporary Regent),memimpin perancis dikarenakan anaknya bernama Louis XV masih berusia 11 tahun.

Duke d’Orleans memiliki sahabat dekat bernama John Law,anak dari seorang pandai emas dan banker berkebangsaan Skotlandia dimana memiliki latarbelakang sebagai penjudi yang banyak menguras harta keluarganya.John Law menginspirasi Duke d’Orleans untuk mencetak jenis uang baru (uang kertas) sebagai solusi agar Perancis dapat terbebas dari lilitan hutang warisan Rajanya.

Dalam perjalanan sejarah,tepatnya 15 mei 1716 ,John Law diberi kewenangan untuk mengelola diberikan sebuah bank (banque generale) dan kewenangan untuk menerbitkan uang kertas. Disinilah kisah heroic bagaimana uang kertas,kebijakan pemerintah dan euphoria masyarakat membawa malapetaka bagi kerajaaan Perancis.

Awalnya percetakan uang kertas membawa angin baru bagi perekonomian Perancis. Sehingga Perancis sedikit demi sedikit mulai bangkit dari keterpurukannya. Melihat kepiawan Jhon Law dalam mengelola ekonomi kerajaan,Duke d’Orleans memberikan penghargaan sekaligus menambah jabatan untuk melakukan perdagangan di The Louisiana Territory di Amerika dengan mengelola Mississippi Company.

Mississippi Company mendapat kepercayaan public sehingga sekitar 200.000 saham yang dikeluarkannya habis dibeli oleh para investor.dalam waktu sebulan harga sahamnya meningkat sebanyak 30 kali lipat. Melihat prestasi yang diraih oleh John Law,Duke d’Orleans kembali memberi penghargaan dan memberikan kewenangan baru berupa hak monopoli dalam perdagangan tembakau, beberapa komoditas termasuk emas dan perak. John Law juga diberi kewenangan untuk mendirikan sebuah bank sentral bernama Royale Bank sebagai Bank Sentral Perancis, artinya setiap uang kertas berupa paper notes yang dikeluarkan oleh bank akan diback up langsung oleh pemerintah.

Melihat kenyataan bahwa dengan mencetak lebih banyak uang akan mampu melunasi hutang bahkan dapat membeli apapun, Duke d’orlean meminta John Law mencetak lebih banyak uang kertas.Tanpa sadar,percetakan uang kertas yang terlalu banyak mulai menggerogoti perekonomian Perancis.

Di sisi lain,Mississipi Company mengeluarkan lagi 300.000 lembar saham untuk ekspansi ke beberapa wilayah seperti India Timur, China dan Laut Selatan. Berdasarkan trackrecord harga saham dimasa lalu yang mampu naik puluhan kali lipat mengundang masyarakat untuk memiliki setiap saham yang dikeluarkan.Aktivitas sharetrading (jual beli saham antar sesama investor) dan spekulasi tidak dapat dielakkan.

Nah,sebenarnya Perancis sedang berada di ambang gelombang krisis ekonomi,dua fenomena yang sangat fatal terjadi yaitu percetakan uang yang berlebihan dan spekulasi saham Mississipi Company.Walaupun pembangunan dan transaksi berbagai macam komoditas berkembang begitu pesat,tetapi ini hanyalah sesaat.

Dengan banyaknya uang yang beredar di masyarakat, inflasi (kenaikan harga barang karena pelemahan uang/benyaknya uang beredar) mulai meningkat bahkan melebihi 20 kali lipat. Bayangkan untuk memiliki sebuah barang harus mengeluarkan 20 kali lebih banyak uang dari biasanya. John Law mulai menyadari implikasi terlalu banyaknya percetakan uang kertas,terhadap perekonomian Perancis. Begitu juga dengan masyarakat mulai melakukan penukaran uang kertas berupa paper notes dengan emas dan perak yang ada di bank, membeli sebanyak banyaknya permata dan logam mulia lainnya untuk menghindari turunnya nilai uang kertas yang sudah mencapai 50% dari nilai dasar penerbitan. Singkatnya,pada tanggal 27 mei 1720 dalam waktu 4 tahun,krisis finansial mencapai puncaknya, sistem baru yang dibangun oleh Perancis telah membawa keruntuhan bagi perekonomian Perancis dan juga menyeret negara-negara lain di Eropa.

Inflasi dan Krisis Finansial,Di manakah Islam?

Jika kita melihat dua sejarah yang terjadi di masa lalu,inflasi tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tetapi melibatkan banyak faktor salah satunya ialah faktor kesalahan manusia. Nah, di dalam Alquran sendiri disebutkan bahwa “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Surat Ar-Rum [30]: 41

Dalam ayat yang lain malah Allah SWT menunjukkan adanya kausalitas antara perbuatan manusia dengan bencana yang ditimbulkan “Wahai manusia!Sesungguhnya kezalimannmu bahayanya akan menimpa kamu sendiri. Surat Ar-Rum [30]:23.

Umat manusia seharusnya belajar dari setiap sejarah di masa lalu,sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama.Diakui atau tidak, sejarah merupakan salah satu elemen yang bisa digunakan manusia untuk menemukan kebijaksanaan dalam setiap pemahaman dan tindakan.

Di manakah Islam? Nah di sini kita harus mengkaji lagi nilai-nilai yang dibawa oleh Islam dan mempraktikkan kembali ajarannya bukan hanya melihat Islam sebagai agama yang diturunkan untuk mengajarkan manusia ritual agama, merayakan hari kebesaran islam tetapi meninggalkan ajaran-ajaran yang berkenaan dengan moral dan social, di mana sejatinya Islam adalah agama yang komprehensif memiliki sisi ritual (ibadah mahdhah) seperti shalat, puasa,haji ,zikir dan sisi sosial (muamalah) seperti ‘adalah(keadilan), al-musawat (kesetaraan),al-Syura (permusyarawatan), al-hurriyah (kebebasan),’adam gharar (tidak boleh ada unsur ketidakjelasan dalam transaksi ekonomi),’adam maisir (tidak boleh berjudi),’adam tadlis (tidak boleh menipu),’adam Risywah (tidak boleh melakukan suap/bribery),’adam ihtikar (tidak boleh menimbun barang sehingga membuat harga tinggi) dll.

Penulis merasa jika nilai-nilai moral yang disebutkan di atas kembali lagi dilaksanakan oleh manusia maka salah satu penyebab inflasi sudah dapat teratasi yaitu yang diakibatkan oleh kesalahan manusia itu sendiri.

*)Penulis adalah masiswa IAI Almuslim, Jurusan Perbankan Syariah Semester 6. Aktif sebagai Kabid Pengembangan Intelektual HMI MPO Cabang Bireuen.