MPU Aceh Soal 200 Mubaligh : Harusnya Kemenag Cukup Membuat Kriteria Saja

Tgk Faisal Ali (Foto : Liputan Aceh)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, menilai rilis Kementrian Agama (Kemenag) tentang 200 mubaligh adalah sesuatu yang tidak tepat hal ini karena Kemenag dinilai sangat terbatas dalam mengevaluasi personal para mubligh yang ada di Indonesia.

Karena jika cakupannya Indonesia sementara yang dirilis cuma 200 mubaligh maka hal itu dinilai sebagai suatu yang tidak mengakomodir semua mubaligh yang selama ini telah diterima oleh masyarakat.

“Ini akan menimbulan persepsi yang tidak baik di tengah-tengah masyarakat. Kita meminta kebijakan merilis 200 mubaligh supaya dicabut dan kami mendorong Kemenag supaya membuat kriteria mubaligh yang bisa diundang dan didengarkan oleh masyarakat kita,” sarannya saat dihubungi aceHTrend, Jumat (25/5/2018) di Banda Aceh.

Menurutnya, dengan adanya kriteria tersebut masyarakat dapat menilai siapa yang masuk katergori dan bisa diundang dan siapa yang tidak boleh diundang, sehingga tidak menjurius pada nama per nama para mubaligh. “Kriteria tersebut misalnya yang tidak merong-rong Pancasila,” sebutnya.

Dengan cara seperti ini, maka para mubaligh yang masuk kategori tidak terbatas orang, bisa saja jika ada mubaligh 300 ribu orang yang masuk dalam kriteria itu hanya sekian ribu orang, dan beberapa yang lainnya tidak biar masyarakat yang menilai.

“Itu tidak masalah, tapi kalau mempublis misalnya seperi ini maka akan menimbulkan hal yang tidak baik di tengah masyarakat,” katanya.

Karena, katanya, yang muncul masyarakat seolah-olah diluar dari 200 mubaligh tersebut adalah mereka yang bermasalah, karena itu MPU meminta agar Kemenag meninjau kembali daftar 200 mubaligh karena ini sudah menimbulan masalah di tengah masayarakat, dan juga tidak akan menjadi beban bagi Kemenag untuk mengatakan bahwa ada kekeliruan dan akan meninjau kembali rilis tersebut.

“Tapi kalau terus mempertahankan dan mencari pembenaran maka akan menimbulkan ketidaknyamanan sesama umat Islam itu sendiri dan kalau selama ini telah menimbulkan gejolak maka harus, minta maaf selesai,” imbuhnya.

MPU Akan Keluarkan Kriteria Mubaligh di Aceh
Sementara itu, untuk Aceh, Tgk Faisal mengatakan bahwa MPU sewaktu-waktu akan mengeluarkan kriteria mubaligh bisa diundang untuk didengar ceramahnya oleh masyarakat di Aceh. Namun Tgk Faisal tidak menyebutkan kapan kriteria tersebut akan dikeluarkan.

“Kita belum melakukan akreditasi mubaligh meskipun dorongan untuk itu sudah ada sejak 5 tahun yang lalu, setiap ada muzakaran yang kita lakukan wacana itu selalu muncul agar dilakukan sertifikasi para mubaligh. Tapi kita kan masih melihat bagaiama kesiapan masyarakat dalam menerima sertifikasi itu dan juga banyak hal lain yang lebih butuh untuk kita kerjakan,” katanya.

Tapi jika memang suatu saat MPU harus melakukan hal tersebut maka pihaknya tidak akan menyebut orang-perorang yang disertifikasi, tapi lebih pada pada kriteria seorang mubaligh.

“Jadi nanti biar masyarakat yang menilai. Sama seperti himbauan dalam pilkada agar memilih kriteri calon pemimpin yang baik,” katanya.[]