Sulthanah Teungku Putroe Safiatudin Cahya Nur Alam, Mangkat

Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nuralam (berjilbab orange). Foto: Ist.

ACEHTREND.CO, Mataram- Innalillahi Wainna ilaihi rajiun, kabar dukacita menyelimuti Aceh, Yang Mulia Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam, menghembuskan nafas terakhir di di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 06.00 WITA, Rabu (6/6/2018).

Kabar mangkatnya Yang Mulia Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah, Sultan Aceh Darussalam terakhir, yang memimpin perang melawan Belanda, dengan sangat cepat dibagikan di facebook oleh kalangan yang paham tentang sejarah Aceh.

Informasi yang didapatkan oleh aceHTrend, walau mangkat di NTB, jasad YM Sulthanah Teungku Putroe akan dimakamkan di Banda Aceh pada Rabu malam.

Selama hidupnya Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam, menetap di Nusa Tenggara Barat bersama anaknya, Pocut Meurah Neneng Mahmidatul Hasanah. Beberapa kali ia sempat mengutarakan kerinduannya untuk pulang ke Aceh. Tapi di sini ia tidak memiliki tempat tinggal. Hingga akhir hayatnya ia tidak berkesempatan untuk pulang dan menetap di tanah yang pernah diperjuangkan oleh indatunya (nenek moyang-red), oleh berbagai kendala. []