Partai Aceh Buka Puasa Bersama Panyandang Disabilitas dan Anak Yatim

Iskandar Usman Al-Farlaky (Foto: aceHTrend/Taufik)

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh menggelar acara buka puasa bersama dan memberi santuan kepada 30 penyandang disabilitas dan 70 anak yatim di Amel Covention Hall, Banda Aceh, Sabtu (9/6/2018).

Acara ini dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al-Haytar, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teuku Abdul Hafil Fuddin, ketua partai koalisi, alim ulama serta pengurus KPA/PA.

Iskandar Usman Al-Farlaky selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, kegiatan buka puasa ini selain ajang silaturrahmi juga sekaligus bahan introspeksi terhadap peran dan kader pengurus Partai Aceh dalam menyonsong Pilkada 2019 nanti. Menurutnya, acara ini merupakan momentum muhasabah dan evaluasi internal, melangkah lebih pasti untuk meraih kemenangan dan cita-cita perjuangan bersama.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak saat memberi santunan untuk anak yatim (Foto: aceHTrend/Taufik)

“Rapatkan barisan, tantangan semakin kompleks dengan berbagai dinamika. Berbagai upaya untuk melemahkan Partai Aceh, baik dari dalam maupun luar yang terus dilakukan oleh pihak lawan. Mereka tidak ingin Partai Aceh besar dan disenangi masyarakat sehingga kita jangan hanya diam dan terlena. Mari bergerak dan terus bergerak dengan harapan partai kita semakin besar,” ujar Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sementara itu, Sekjend Partai Aceh menyampaikan bahwa peran dan fungsi Partai Aceh selalu berada di garda terdepan memperjuangan nasib dan hak rakyat Aceh. Menurutnya, Partai Aceh yang lahir dari rahim perjuangan pasca ditandatangani perjanjian damai MoU Helsinki.

“Insya Allah, nomor 15 pada partai kita, yaitu Partai Aceh akan terus berjuang untuk kemaslahatan ummat dan rakyat Aceh. Yang perlu kita ketahui, Partai Aceh ini bukanlah milik suatu kelompok ataupun golongan, tapi milik semua rakyat Aceh karena partai ini lahir pasca ditekennya perjanjian MoU Helsinki pada 15 Agustsu 2005,” ujar Abu Razak.[]