Aceh, Tren Maraton, dan Jejak Sang EO Steffy Burase

Steffy Burase (Foto: Instagram steffyburase)

Hanya menghitung hari. Tepatnya, 29 Juli mendatang Aceh Marathon 2018 dengan skala internasional digelar di Sabang, Aceh. Ini event sport tourism dengan total hadiah tergolong fantastis, Rp3 miliar, yang oleh Wagub Nova Iriansyah pernah diklaim terbesar di Indonesia, untuk lomba yang sama.

Tidak ada tanda-tanda Aceh Marathon 2018 akan ditunda. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Darmansyah, menegaskan akan tetap melaksanakan lomba lari yang disebut bakal diikuti 6.000 peserta, termasuk dari luar negeri.

Barangkali pihak Dispora Aceh, yang hari ini Selasa (10/7) digeledah oleh pihak KPK masih teringat petuah Irwandi Yusuf saat rapat bersama di Sabang (3/7), yang juga dihadiri tenaga ahli sekaligus ambassador, Steffy Burase, agar semua pihak yang hadir harus menjadikan Aceh Marathon 2018 sebagai event terbesar dan terbaik pertama terjadi di bumi Aceh. Sebuah pesan yang pernah pula disampaikan pada Januari 2018.

Acara berbiaya Rp10 miliar ini terbilang cukup serius dipersiapkan. Bayangkan, jauh hari sudah dipromosikan Aceh melalui acara Fun Run Road 5k Road To Aceh Marathon 2018 di Jakarta, Minggu, 1 April lalu. Pada promosi pra-even yang diikuti 1.500 pelari maraton itu peserta mengenakan kaos seragam bertuliskan road to Aceh Marathon 2018.

Bahkan, sejumlah petinggi Aceh hadir di acara yang pembukaannya berlangsung di lobby FX Sudirman, Jakarta, seperti Irwandi Yusuf, Nova Iriansyah, Reza Fahlevi, HM Amru, Sayed Fadhil, Amiruddin, bahkan juga ikut artis Teuku Edwin, dan Nova Eliza. Andra And The Backbone juga tampil untuk memeriahkannya, selain band lokal Kabitbit dan Tarian Ratoh Jaroe.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bahkan dengan bangga mengklaim bahwa total hadiah Rp3 miliar menempatkan event Aceh Marathon 2018 sebagai event dengan total hadiah terbesar di Indonesia.

Wakil Gubernur Aceh yang kini sudah ditetapkan sebagai Plt Gubernur Aceh oleh Mendagri, Senin (9/7/2018) benar. Total hadiah Jakarta Marathon 2017 saja hanya 774 juta. Jakarta sudah menyelenggarakan maraton sejak 2013. Untuk tahun 2017 lalu Jakarta Marathon merupakan hasil kerja sama antara Bank Mandiri, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan promotor Inspiro. Untuk Jakarta Marathon 2018 yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2018 belum diketahui total hadiah yang disediakan, apakah lebih besar dari Aceh atau lebih besar dari hadiah tahun 2017. Hanya saja pada Jakarta Marathon 2013 total hadiah mencapai 2,3 miliar.

***

Bukan hanya di Jakarta, tren lomba lari maraton dalam rangka wisata ini juga diselenggarakan di berbagai provinsi lain, seperti Jogjakarta. Pada April 2018 lalu, Jogjakarta sudah menyelenggarakan ajang maraton yang juga berskala internasional dengan 8.000 peserta dari 22 negara padahal total hadiah hanya sebesar Rp746 juta. Bertindak sebagai race organizer pada sport tourism ini adalah Mesa Race, yang bisa diakses di www.mesarace.com/home/. Dari riwayat event setidaknya Mesa Race sudah menyelenggarakan 15 kali lomba lari berbagai jenis.

Di samping Jakarta dan Jogjakarta, Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, juga pernah menyelenggarakan ajang sport tourism. Tahun lalu, total hadiah pada Half Marathon Pesona Palu Nomoni, 24 September 2017 adalah Rp104 juta dengan jumlah peserta mencapai 1.000 peserta.

Hanya saja, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu, Sumardi, sempat menyatakan kepada media bahwa event Half Marathon Pesona Palu Nomoni 2017 digelar kembali karena sebelumnya dinilai tidak berjalan sukses.

“Memang kita akui tahun lalu (2016) pemkot agak rusak namanya. Oleh karena itu kita membuat kegiatan ini agar lebih baik lagi,” katanya sebagaimana pernah diwartakan oleh media sultengterkini.com.

Menurut penelusuran berita di sejumlah media memang ada berita terkait permasalahan pada Palu Nomoni International Marathon 2016. Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo alias Pasya Ungu sempat diduga terlibat penipuan atau penggelapan. Pasalnya hadiah Rp691 juta untuk pemenang lomba belum dicairkan.

Bukan hanya Pasha Ungu, dikabarkan juga oleh beberapa media, tiga atlet pemenang lomba yang terdiri dari Yayuk Sriwahyuningsih, Yuli Rianatasya, dan Revi Vayola memperkarakan event organizer bernama Steffy Burase ke pihak polisi atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan pasal 372 dan atau 378 KUHP.

Media online kriminologi, secara spesifik ikut mewartakan bahwa surat bernomor B/200/VII/217/Dit Reskrim tertulis bahwa laporan sudah ditangani reskrim Polda Sulawesi Tengah Subdit III Jataras dengan dugaan tindak pidana penipuan. Pihak kepolisian daerah setempat sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan nomor: SP.Lidik/281/VI/2017 Dit Reskrimun tertanggal 9 Juni 2017. Sebelumnya, Yuli Rianastasia (57) dikabarkan juga telah melaporkan Steffy Burase ke Polda Metro Jaya dengan nomor pelaporan LP/5365/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimsus pada 2 November 2016.

Dua orang peserta di Palu yang namanya ada pada redaksi menyampaikan jika hak mereka sudah diselesaikan setahun kemudian. Disampaikan juga jika tidak semua dibayar penuh, hanya 50 persen. Salah seorang peserta mengaku tidak tertarik ikut Aceh Marathon dan lebih memilih untuk mengikuti Malang Marathon yang juga dilaksanakan pada 29 Juli 2018.

****

Kembali ke Aceh Marathon Internasional pada 29 Juli 2018. Pada rapat persiapan
pelaksanaan Aceh Internasional Marathon 2018, di ruang kerja Gubernur, Senin (29/1/2018) yang beritanya disebar ke berbagai media oleh pihak Humas Pemprov, dan ikut dimuat di website resmi Pemprov Aceh, acehprov.go.id Gubernur Aceh menjelaskan bahwa Aceh Marathon 2018 digelar dalam rangka mempromosikan keramahan dan suasana aman dan terbukanya Aceh bagi wisatawan dan investasi. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka mata dunia terkait kondisi terkini Aceh.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bahkan mengimbau seluruh pemangku kebijakan terkait untuk serius mempersiapkan segala sesuatunya, agar Aceh International Marathon 2018 menjadi salah satu event yang paling dikenang oleh para peserta, baik atlet lokal, nasional, maupun internasional.

Dikabarkan juga, pihak pelaksana survey Aceh Marathon 2018, Steffy Burase, kala itu menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti oleh 4.000 atlet dari seluruh dunia, termasuk Aceh. Menurutnya Aceh memiliki potensi lokal yang akan mampu bersaing dengan pelari-pelari internasional.

“Pelari Aceh, khususnya Sabang sangat berpotensi utuk bersaing dengan pelari asing. Apalagi selama ini potensi lokal tersebut telah mendapat sentuhan tangan dingin dari pelatih maraton asal Kenya, yaiu David dan Rebecca,” kata Steffy seperti diwartakan media kala itu.

Pihak penyelenggara Aceh Marathon 2018 juga terus mempromosikan kegiatan, termasuk mempromosikan Sabang sebagai lokasi sport tourism. Hal ini terlihat dari halaman Facebook yang mereka kelola yaitu Aceh Marathon 2018 yang dapat diklik di sini:

Di halaman Facebook itu juga terlihat 39 video yang kebanyakan mengandung konten promosi, walau dari sisi penontonnya tidak cukup ramai. Juga ada dilakukan berbagai sharing session yang melibatkan Steffy Burase dan Rachel Tampubolon yang disebut sebagai ambassador Aceh Marathon di berbagai tempat, termasuk di Kuala Lumpur, 8 Juni 2018 di Petronas Hartamas.

Aceh Marathon 2018 yang di-organized oleh PT Erol Perkasa Mandiri (EPM), yang diduga ada hubungannya dengan Steffy Burase ini semakin penting karena menjadi bagian dari 9 Top Event dari 100 event dalam Calender of Event Pariwisata Aceh 2018. Delapan lainnya adalah Sabang Marine Festival (SMF), Aceh Culinary Festival, Pekan Kebudayaan Aceh ke-7, Perlombaan Pacu Kuda Tradisional, Aceh Internasional Surfing Championship, Gayo Alas Mountain International Festival 2018, Aceh international Rapai Festival, dan Aceh international Freediving. Event ini diluncurkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata Jakarta pada 14 Mei 2018 lalu.

Sayangnya, tidak cukup mudah untuk mengetahui profil Erol Perkasa Mandiri (EPM). Website erolperkasamandiri.co.id belum memiliki informasi untuk mengetahui rekam jejak mereka dalam hal event organizer. Dengan menggunakan who.is diketahui website ini dibuat pada 29 Desember 2017 dan akan berakhir pada 29 Desember 2018. Pembuatan website ini berdekatan dengan pembuatan website acehmarathon.co.id yaitu pada 3 Januari 2018. Kedua website ini memiliki informasi yang sama terkait Sponsoring Registrar Phone:0274882257, Sponsoring Registrar Contact Email:info@digitalregistra.co.id

Dari Instagram terlacak EPM juga memiliki Foundation dengan membubuhkan slogan Menjadi Indonesia Pintar dengan kontak person Nova Adriyanti (081281191118). Dalam sebuah foto terlihat Steffy Burase sedang tersenyum bersama Nova Adriyanti dan Gietmawaddah. Di foto lain, Steffy juga terlihat sedang bersama anak-anak. Apakah EPM ada kaitannya dengan Steffy Burase? Dari informasi yang beredar di media sosial, EPM ada kaitannya dengan Steffy Burase, Erol disebut nama putranya. Instagram EPM sendiri juga ada, namun hanya diikuti oleh 33 pengikut, salah satunya adalah akun bertulis irwandi_yusuf. Hanya ada 3 kiriman, dua di antaranya terkait Aceh Marathon 2018. Salah satu foto terlihat Steffy Burase yang sedang berdiri di samping Wagub Aceh, Nova Iriansyah.

Di EMP juga ada nama Frederico Burase yang pada profile Linkedin menyebut sebagai Head of Communications di EPM. Sementara Steffy Burase mengidentitaskan diri sebagai tv host, mc, model, fashion business, event organizer, dan coffee worker. Ia Juga mencantumkan Alfa Flaying School dan menyebut diri pernah menjadi pramugari Mandala Airlines. Di instagram @fredivision milik nama Frederico Burase juga ada foto Steffy Burase.

Sedangkan sebagai model terlihat jejaknya dari beberapa foto hasil jepretan Kim Sadewa yang dipublish pada 26 Juni 2013 di sebuah blog.

***

Dalam sebuah berita yang mengabarkan APBA 2018 disebutkan bahwa Aceh Marathon 2018 masuk dalam paket kegiatan Aceh Teuga dengan total anggaran untuk tiga kegiatan Rp134.890 miliar. Dua kegiatan lainnya adalah Peningkatan Sapras Olahraga dan Kongres Pemuda.

Di dalam website acehprov.go.id pernah dijelaskan wujud program Aceh Teuga yaitu misi untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional.

Untuk mencapai misi itu, dijelaskan setidaknya ada empat kegiatan yang akan terus dikembangkan ole Pemerintah Aceh, yaitu membangun kerjasama bidang olahraga untuk membina atlet-atlet potensial di Aceh. Peningkatan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia dini, penyediaan sarana dan prasarana olahraga serta insentif guna mendukung prestasi atlet, dan meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

Aceh Teuga memang menjadi bagian dari 15 program unggulan yang ditawarkan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah pada masa kampanye di Pilkada. Dalam dokumen yang sempat beredar di masa kampanye dulu diuraikan tentang Aceh Teuga, yang dimaksudkan untuk mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional dan regional (tidak ada internasional) melalui:
1. Membangun kerjasama bidang sepak bola dengan klub-klub/pelatih ternama luar negeri untuk membina bibit-bibit pesepak bola dari Aceh
2. Peningkatan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia dini
3. Penyediaan sarana dan prasarana olah raga serta insentif yang mendukung peningkatan prestasi olahragawan;
4. Meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

Sudah berapakah jumlah peserta Aceh Marathon hingga saat ini? Pada website acehmarathon, saat diakses oleh redaksi, tidak ada informasi berapa jumlah peserta yang sudah mendafar. Namun, Irwandi Yusuf sempat menyatakan pada Februari 2018 jika pendaftar masih sepi. Dalam waktu seminggu baru 200 peserta yang mendaftar. Hal ini disebut ada kaitannya dengan isu penolakan terhadap LGBT di Aceh. Bukan hanya isu LGBT tapi juga soal kostum dan penolakan terhadap pramugari yang tidak berjilbab masuk ke Aceh.

Terakhir, melalui Jubir Pemerintah Aceh disebutkan belum ada total peserta secara keseluruhan, khususnya dari luar Aceh dan dunia. Dari Aceh sendiri disebut baru ada 1.500 pendaftar dari Kodam, 1.000 pendaftar dari Polda, dan 500 pendaftar dari IMORI. Peserta dari luar Aceh dan dunia ditargetkan 4.000 orang. Tapi, mengacu pada pewartaan media terkini, penjelasan peserta dari pihak Dispora terlihat berbeda. Total peserta yang sudah mendaftar sebanyak 1.500 orang dari luar Aceh dan Indonesia ditambah peserta dari TNI 600 orang, dari polisi 500 orang, dan lainnya.

Dari penelusuran data anggaran terlihat bahwa anggaran untuk menyukseskan Aceh Marathon tidak hanya ada di Dispora, tapi juga ada di Dinas Pendidikan Aceh dengan Pagu Rp170 juta (APBD) untuk Kegiatan Dukungan Pelajar pada Kegiatan Aceh Marathon International Tahun 2018. Di Dispora sendiri ada tiga item pengadaan langsung yaitu Pengadaan Nomor Dada Aceh Marathon International (Rp75 juta), Pengadaan T-Shirt Finisher Aceh Marathon International (Rp120 juta) dan Pengadaan Ice Box Aceh Marathon (Rp90 bh) dengan pagu Rp120 juta.

Dari data LPSE Pemerintah Aceh memuat proyek Aceh Marathon 2018 sedang dalam proses lelang dan baru diumumkan pemenangnya pada Jumat (20/7). Peserta lelang berjumlah sebanyak 59 orang, dan anggaran yang tersedia sebanyak Rp2.714.000.000 bersumber dari APBN 2018.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh di Lamteumen Timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh di Bandar Baru, Banda Aceh, Selasa (10/7/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk menelusuri bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang telah menetapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai tersangka.

“Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini. KPK mengimbau agar pihak-pihak di lokasi penggeledahan dapat kooperatif dan membantu proses penyidikan ini,” kata Febri Diansyah melalui siaran pers yang diterima aceHTrend siang tadi.

Bagaimana, apakah Dinas Dispora masih tetap melaksanakan Aceh Marathon?[]

Team aceHTrend