Soal Aceh Marathon, BPKS Tunggu Keputusan Gubernur

Kepala BPKS Sayid Fadhil.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Sayid Fadhil mengatakan, pihaknya hanya sebatas lembaga pendukung kegiatan Aceh Marathon 2018 yang digelar di Kota Sabang, 29 Juli 2018.

Dalam hal ini pihaknya hanya diberi tanggung jawab untuk memfasilitasi pengadaan kaus untuk atlet, medali, dan penyiaran media nasional saja. Selebihnya ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh selaku panitia pelaksana kegiatan.

Untuk item di atas, pihaknya menyediakan anggaran senilai Rp2,7 miliar untuk pengadaan. Namun sejauh ini kata Sayid Fadhil, saat lelang dibuka, banyak perusahaan yang mengajukan tender tidak memenuhi persyaratan.

“Kemarin belum bisa kita berikan jawaban karena sedang proses untuk kita lakukan tender beberapa item yang kita support,” kata Sayid Fadhil ketika dihubungi aceHTrend, Rabu (11/7/2018).

Mengenai hal itu, Sayid Fadhil belum bisa memutuskan apakah tender akan dilakukan ulang.

“Saya tidak bisa meraba-raba, tidak bisa berandai-andai, saya tidak tahu, apakah diulur waktunya, ini tergantung kepada keputusan musyawarah.”

Saat ini pihaknya juga masih menunggu keputusan Gubernur Aceh selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang terkait keberlangsungan event sport tourism tersebut.

“Apa keputusan pihak gubernur kita tidak tahu. Apakah dilanjutkan, ditunda, atau apa pun namanya nanti,” kata Sayid.

Ia mengakui selama ini tidak berkomunikasi dengan panitia di Dispora Aceh. Pihaknya hanya melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada BPKS saja. Di luar itu ia tidak mengetahuinya. Begitu juga dengan proses kepanitiaan teknis yang dilakukan pihak Dispora Aceh.

Total anggaran yang dialokasikan BPKS untuk Aceh Marathon kata Sayid Fadhil sebesar Rp2,7 miliar.

“Yang tahu hal itu pokjanya, ada rinciannya di situ. Untuk penyiaran berapa, medali, dan kaus berapa, itu ada sama pokja. Alokasi anggaran yang kita gunakan dalam kegiatan ini Rp2,7 miliar. Mengenai tanggal acara yang ditetapkan pada 29 Juli 2018 belum ada kesimpulan. Itu tergantung gubernur, apakah diundur atau bagaimana saya tidak tahu.”

Sementara terkait uang Rp500 juta untuk pengadaan medali yang diduga berasal dari dana suap yang diterima Irwandi Yusuf, Sayid Fadhil mengaku tidak mengetahuinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018) lalu mengatakan, Duit Rp500 juta dari total Rp1,5 miliar yang berasal dari ijon proyek yang diterima Irwandi Yusuf ternyata hendak dipakai untuk keperluan event sport tourism Aceh Marathon 2018 di Sabang. (Baca: Waduh, Duit Suap Ternyata untuk Aceh Marathon 2018)

Irwandi diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi senilai Rp 500 juta yang diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

“Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Duit suap Rp 500 juta disetorkan Bupati Ahmadi lewat orang-orang kepercayaan Irwandi.[]

Wartawan : Taufan Mustafa
Editor : Ihan Nurdin