Petani Kakao Aceh Harus Mampu Kendalikan Hama

Bireuen, acehtrend.co — Hingga saat ini petani kakao di Aceh masih belum mampu mengatasi hama, penggunaan bibit unggul yang belum merata, pengelolaan paska panen yang belum baik, serta masih sulitnya mengakses pasar.

Demikian disampaikan Ketua Forum Kako Aceh, Hasanuddin Darjo pada acara Lokakarya Kakao di Bireuen, Rabu (26/8/2015), di Bireuen.

Kegiatan ini antara lain dihadiri Syahyadi, Kasubbid Pengembangan Produksi pada Bappeda Aceh, Kepala Bappeda Bireuen Ibrahim, pengurus Forum Kakao Aceh tingkat kabupaten/kota, dan perwakilan Bappeda dari kabupaten/kota se-Aceh.

Karenanya, kata Hasanuddin, perlu terus diupayakan agar petani kakao Aceh Harus Mampu mengendalikan hama dan dukungan oleh semua pihak untuk meningkatkan produksi dan terus menjaga kualitas kakao Aceh.

Upaya itu harus dilakukan secara terarah dan terpadu demi tercapainya tujuan tersebut yang sekaligus mendukung Provinsi Aceh sebagai daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia pada 2020.

Menurutnya, lahan kakao di Aceh kini mencapai 75 ribu hektar, sedangkan potensi lahan terlantar sekitar 120 ribu hektar yang dapat digarap untuk pengembangan kakao yang dapat menampung 100 ribu petani.

Sebelumnya, Hasanuddin juga menuturkan, lokarkaya merupakan agenda rutin Forum Kakao Aceh untuk menjembatani komunikasi dalam pengembangan kakao sekaligus menjadi wadah sharing informasi tentang pengembangan kakao di Aceh.

Lokakarya Kakao 2015 di Bireuen ikut didatangkan tiga pemeteri yaitu, Tri Wahyu Cahrini, STP dari Dirjenpengolahan dan pemasaran hasil pertanian, Nasruddin dari Disbun Aceh, Rini Indra Yanti dari Cocoa Sustainability Partnership (CSP), dan Husaini Yusuf Pedagang Kakao Bireuen.

Penulis: Tarmizi A. Gani

KOMENTAR FACEBOOK