Hijabers Ini Dinobatkan Sebagai Menteri di Turki

acehtrend.co — Beberapa wanita berhijab di luar negeri termasuk negara dengan mayoritas muslim masih sulit untuk bekerja di pemerintahan. Meski demikian, kini di Turki, seorang wanita berhijab baru saja dinobatkan sebagai menteri.

Aysen Gurcan menjadi hijabers paruh baya yang ditunjuk sebagai menteri keluarga dan sosial sementara dalam pemerintahan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu yang memiliki kekuasaan hingga pemilu mendatang, jatuh pada November 2015.

Seperti dikutip dari On Islam, wanita 52 tahun itu dikabarkan menjadi menteri pertama yang mengenakan hijab dalam sejarah pemerintahan di Turki. Sebelum dipilih menjadi menteri, ibu tiga anak itu merupakan anggota dewan dari ‘Foundation for Youth and Education (TURGEV)’.

Belum ada kontra soal pemilihan Aysen sebagai menteri, pasalnya sejak 1980-an, jilbab dilarang dipakai di dalam universitas, sekolah, dan gedung-gedung pemerintahan di Turki walaupun mayoritas penduduknya muslim. Wanita berjilbab beberapakali masih mendapatkan tindakan diskriminasi di Turki.

Bahkan jenderal, hakim, hingga rektor universitas menentang tentang peringanan larangan berjilbab untuk para wanita muda yang masih menempuh pendidikan. Namun di 2008, Partai Erdogan’s Justice and Development berhasil meringankan batasan memakai jilbab di perguruan tinggi.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan busana muslim di dunia berpengaruh terhadap pemerintahan di Turki. Di 2012, Turki mencabut larangan mengenakan jilbab di sekolah-sekolah Islam.

Sumber: Okz

KOMENTAR FACEBOOK