Dayah Darul Huda Sawang Butuh Akreditasi

Acehtrend – Pengurus Dayah Darul Huda Desa Sawang II, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, mengharapkan kepada instansi terkait agar segera menetapkan akreditasi lembaga pendidikan agama tersebut agar bisa berkembang.

“Kami butuh penyesuaian diri dengan dayah-dayah pengajian dan pasantren lainnya di Aceh, sehingga kehadiran Dayah Darul Huda di Kecamatan Sawang ini, dapat lebih eksis lagi baik dari segi jumlah penerimaan santri maupun peningkatan pembangunan fasilitas,” kata pengurus Dayah Darul Huda, Tgk. Miswar, di Tapaktuan, Senin.

Ia juga menyesalkan atas hilangnya akreditasi tempat belajar ilmu agama ratusan santri dan pengajian majelis taklim pimpinan Tgk Nainunis tersebut.

Menurut dia, akibat tidak jelasnya akreditasi tersebut telah berdampak kepada pencapaian kemajuan pengajian kepada para santri, karena kredibilitas sebuah pondok pasantren sangat ditentukan apakah sudah terakreditasi atau belum.

“Status akreditasi itu sangat penting, sebab hal itu menjadi salah satu daya tarik bagi wali santri maupun santri sendiri untuk menuntut ilmu di sebuah pesantren atau dayah. Persoalan ini perlu diluruskan segera oleh pihak berkompeten. Masyarakat perlu mengetahui status Dayah Darul Huda yang sebenarnya,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan perkembangan zaman sekarang ini, jika sebuah pesantren atau dayah belum terakreditasi, maka untuk mengajukan proposal saja sangat susah karena pihak instansi terkait di jajaran pemerintahan meminta kejelasan status yang disandang oleh sebuah pesantren atau dayah.

“Terakreditasi atau tidak, menjadi salah satu tolak ukur bagi pemerintah dalam mengucurkan bantuan. Jika status Dayah Darul Huda tanpa akreditasi maka nasib 204 santri dan 150 orang majelis taklim akan terkatung-katung karena sangat sulit memperoleh bantuan,” harap dia.

Sementara di sisi lain, sambung Miswar, Pemerintah Aceh dibawah Gubernur Zaini Abdullah terus mendorong dan menumbuhkembangkan peningkatan ilmu agama kepada seluruh lapisan masyarakat di provinsi ujung paling barat Pulau Sumatera itu, agar generasi muda di daerah itu tidak tersesat kearah kemaksiatan.

Sebab ilmu agama dan keimanan umat merupakan benteng terakhir untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan serta memerangi faham-faham ekstrim yang akan merongrong ideologi bangsa dan negara, katanya. (Ant)

KOMENTAR FACEBOOK