Lima Kecamatan di Aceh Barat Dilanda Banjir

Acehtrend – Lima dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dilanda banjir luapan sungai akibat tingginya intensitas curah hujan melanda kawasan tersebut sejak Minggu (13/9) malam.

“Air banjir masuk ke pemukiman sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi saat kami masih tidur, karena air banjirnya datang perlahan kami dapat mengeluarkan harta benda,” kata Khairunnas, warga Desa Pasie Masjid, Kecamatan Johan Pahlawan, di Meulaboh, Senin.

Adapun kecamatan yang dilanda banjir tersebut yakni Pante Cermen, Woyla Induk, Kaway XVI, Mereubo dan Johan Pahlawan, belum terdata jumlah masyarakat yang mengungsi namun hingga Senin (14/9) siang belum ditemukan adanya korban jiwa dalam bencana alama ini.

Selain merendam pemukiman penduduk, banjir tersebut juga merusak tiga unit jembatan penghubung di Kecamatan Pante Cermen sehingga membuat warga terisolasi dan mencari tempat pegungsian didataran lebih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Saiful AB yang dikonfirmasi berada dilapangan menyampaikan, bahwa tiga unit jembatan tersebut dua diataranya ambruk total sehingga tidak bisa dilalui.

“Dua unit jembatan ambruk, satu jembatan di jalan hotmik lintas Pante Cermen dan satu lagi jembatan jalan Blang Pidie yang merupakan jalan alternatif. Karena kedua jembatan ini adalah satu-satunya akses maka warga masih belum dapat kita jangkau,” katanya.

Selain itu jembatan rangka baja di Ulee Raket juga terdampak akibat banjir tersebut, kepala jembatan (abotman) hanya tersisa 1-1,5 meter sisi badan jalan, sehingga pihaknya sudah tidak mengizinkan kendaraan roda empat melintasi jembatan besar di Aceh Barat ini.

Saiful menjelaskan, pada banjir besar sebelumnya melanda kawasan itu dua jembatan yang telah ambruk tersebut sudah mendapat penanggganan, namun karena diperparah oleh tingginya kikisan air, kedua jembatan itu kita sudah hancur tidak bisa dilintasi.

“Kemudian jalan di lintas Desa Seumantok sepanjang 20 meter juga sudah terputus kembali, dulu jalan itu sudah pernah kita timbun dengan tanah karena badan jalanya hotmik terputus, kini sudah hancur lagi,” sebutnya.

Saiful AB menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut dan sudah melaporkannya kepada Dinas Sosial dan Transmigrasi Aceh Barat untuk mendapatkan penangganan logistik. (Ant)

KOMENTAR FACEBOOK