Keluarga Korban Tragedi Crane di Medan Bersyukur

ACEHTREND – Mendengar informasi terkait dana santunan yang diberikan oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz senilai SAR1 juta atau setara Rp3,8 miliar kepada korban meninggak akibat tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram disambut syukur. Seperti yang diungkapkan keluarga korban Saparini asal Embarkasi Medan, langsung mengucap syukur dan akan mempergunakan dana tersebut nantinya dengan sebaik-baiknya.

Keluarga Alm Saparini mendapatkan informasi terkait dana santunan tersebut sudah beberapa hari yang lalu dari pihak penyelenggara haji di Medan, serta merta anggota keluarga Saparini mengucap syukur dan berterima kasih.

Sebagaimana yang diungkapkan Ngatirin, suami Alm Saparini saat ditemui Waspada Online, Kamis (16/9) di kediamannya di Lorong Pahlawan Manggaan V No 3 F, Lingkungan XIII Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Dia mengaku pihak keluarga sangat senang apabila benar nantinya mendapatkan dana santunan tersebut.

“Saya sangat bersyukurlah kalau memang mendapatkan dana santunan tersebut, perihal dana ini juga saya sudah diinformasikan sama koordinator dari kloter istri saya, dan informasi itu sudah saya terima beberapa hari yang lalu, namun saya tidak tahu kapan pastinya dana itu akan diserahkan,” ungkapnya.

Keluarga berniat, apabila santunan tersebut sudah diterima akan menyisihkan sebagian untuk pembangunan masjid dan anak yatim piatu.

“Kalau nanti dana santunannya sudah kami terima, uangnya akan dipakai untuk biaya pendidikan anak dan cucu-cucu almarhum dan sebagian akan disumbangkan ke masjid dan akan menyantuni anak-anak yatim piatu,”pungkas Ngatirin dengan mata berkaca-kaca.

Tak dapat dipungkiri, pihak keluarga Saparini sangat kehilangan sosok ibu yang baik bagi anak-anak dan jiran tetangganya. Walaupun uang santunan dan asuransi yang bakal diterima kemudian tidak dapat mengembalikan kehidupan, namun setidaknya bisa dipergunakan untuk amal kebajikan.

Keluarga Alm Painem Kecewa
Menyahuti santunan yang akan diberikan Raja Arab Saudi melalui perintah resminya, Selasa (15/9) kemarin, dimana jamaah haji yang meninggal dunia dan terluka akibat tragedi crane yang jatuh di Masjidil haram, salah satu keluarga koban di Medan merasa kecewa.

Pasalnya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan maupun pemerintah setempat sama sekali tidak ada memberi kabar secara resmi. Keluarga Alm Painem misalnya, mengaku mengetahui perihal musibah tersebut dari media massa setempat. Demikian pula dengan kabar akan diberikannya santunan dari Arab Saudi kepada keluarga korban meninggal sebesar Rp3,8 miliar.

Dan nominal serupa juga diterima keluarga korban yang mengalami luka dan berdampak cacat fisik seumur hidup. Sementara, bagi jamaah yang mengalami luka biasa akan menerima santunan sebesar SAR500 ribu atau setara Rp1,9 miliar.

Salah satunya adalah keluarga Alm Painem yang merupakan jamaah Kloter 08/MES asal Medan. Saat ditemui Waspada Online di kediamannya di Lingkunagn XIII Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli pada Kamis (17/9), suami korban, H. Muhammad Toyib mengungkapkan kekecewaannya, karena sampai saat ini belum mendapat kabar dari pihak pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Daerah terkait bantuan dana santunan tersebut.

“Kami pihak keluarga sama sekali belum mendapatkan kabar dari Pemerintah Indonesia maupun Pemda, kami hanya tau kabar tersebut dari berita di televisi, dan saya mendengarkan ketika Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz memberikan keterangannya masalah dana santunan itu,” ungkapnya.

“Kalau memang nanti kami mendapat santunan tersebut dan ada informasi dari pemerintahan Indonesia ataupun daerah, saya akan bawak anak cucu saya untuk umroh dan berziarah ke makam istri saya dan akan memyedekahkan sebagian kepada masjid dan anak-anak yatim piatu, namun seandaianya juga kabar tersebut hanyalah kabar janji semata namun saya tetap Insya Allah akan berziarah ke makam istri saya,” tegasnya.

Ia menambahkan,  pihak keluarga sangat menyayangkan kenapa berita terkait santunan tersebut tidak secara merata diberi tahu kepada para korban sedangkan jamaah yang menjadi korban dengan kloter dan asal yang sama sudah diberi tahu seperti keluarga ibu Alm Saparini sudah diberi tahu,” pungkasnya.

Diketahui, Alm Painem dan Saparini adalah jamaah haji Kloter 08/MES asal Kota Medan yang turut menjadi korban rubuhnya crane pengangkut alat-alat berat di Masjidil Haram, Jumat (11/9) malam lalu. (waspada)

KOMENTAR FACEBOOK