Kabut Asap Berdampak Pada Aktivitas Nelayan Aceh

ACEHTREND.CO — Kabut asap akibat pembakaran hutan di sejumlah daerah di Sumatera, berdampak terhadap aktivitas nelayan di Perairan Aceh Utara, Provinsi Aceh sehingga harga ikan melonjak.

Kabid Pengawasan Bina Mutu Hasil Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara Razali di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan bahwa akibat kabut asap yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa kurun waktu terakhir sangat berimbas kepada nelayan.

Di Aceh Utara saja, berdasarkan laporan yang diterima oleh pihaknya dari para nelayan menyebutkan, bahwa akibat kabut asap tersebut, nelayan sulit untuk melaut karena terbatasnya jarak pandang.

Sehingga dikhawatirkan akan keliru dalam melabuhkan alat tangkap dengan kapal nelayan lainnya. Serta akibat terbatasnya jarak pandang dimaksud, nelayan banyak yang beroperasi disekitar bibir pantai, terang Razali.

Selain terbatasnya jarak pandang, akibat lain yang dirasakan oleh nelayan adalah mata menjadi perih serta sulit bernapas, apalagi yang memiliki riwayat sakit pada saluran pernafasan.

Karena sulitnya nelayan dalam beraktivitas, akibat yang ditimbulkan oleh kabut asap yang masih sangat tebal tersebut, adalah pada mahalnya harga ikan.

“Akibat kabut asap yang membuat nelayan sulit melaut tersebut, adalah berdampak pada mahalnya harga ikan dipasaran,” ucap Razali.

Padahal sebagaimana disebutkan olehnya, untuk saat ini diperkirakan sedang
musim tongkol, dencis dan tuna. Namun akibat kabut basap tersebut, potensi tangkapan menurun dratis.

Kenaikan harga ikan saat ini disejumlah pasar ikan di wilayah Kabupaten Aceh Utara, berkisar antara 20 hingga 30 Persen. Seperti tongkol, harga biasanya hanya Rp18 ribuĀ  menjadi Rp25 ribu per kilogram.. Begitu juga dengan jenis-jenis ikan lainnya juga mengalami hal yang sama. [antara]

KOMENTAR FACEBOOK