Dua Gajah Mati di Aceh Jaya Kena Racun

ACEHTREND.CO — Sedikitnya dua ekor gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), ditemukan mati di kawasan Gampong (desa) Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Riza Yulianto yang dihubungi di Calang, Jumat, mengatakan bahwa kedua gajah tersebut mati diduga terkena racun, satu ekor merupakan gajah betina berusia 30 tahun dan satu ekor lagi anak gajah berusia empat tahun mati setelah minum susu ibunya.

“Dugaan awal mereka gajah itu mati keracunan, apakah makan sesuatu, sample limpa dan hati sudah dibawa ke laboratorium BKSDA Banda Aceh. Sambil menunggu itu kita Polri melakukan pendalaman memeriksa saksi di seputar TKP,” tegasnya.

Dua ekor gajah betina tersebut ditemukan mati sudah membiru pada satu lokasi berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat ibu kota Calang pada Selasa (13/10/2015), kemudian tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun bersama pihak kepolisian melakukan autopsi.

Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan ataupun luka tembak pada tubuh hewan berbelalai panjang itu, karenanya pihak kepolisian memastikan kematian dua ekor gajah tersebut murni keracunan dan tidak ada kaitanya dengan adanya isu sindikat perburuan gading gajah di kawasan hutan Aceh Jaya.

Kapolres AKBP Riza Yulianto menegaskan kasus kematian ibu dan anak gajah tersebut baru perdana ditangani sepanjang 2015, selama ini pihak kepolisian gencar melakukan patroli rutin dalam petualangan menelusuri jejak keberadaan satawa dilindungi itu bersama kepala daerah setempat.

“Itu gajah betina berumur 30 tahun dan gadingnya baru sekitar 50 centimeter masih utuh. Secara fisik tidak ada kekerasan seperti bekas jeratan dan sabagainya, diperkuat lagi tim BKSDA yang telah melakukan otopsi diduga keracunan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam patroli satu kali dalam dua minggu dilakukan, sering menemukan kotoran gajah dan hal itu menandakan banyak kehidupan satwa dilindungi Undang-Undang tersebut di kawasan itu.

Kapolres AKBP Riza Yulianto menegaskan, sejak bertugas di Kabupaten Aceh Jaya belum pernah menemukan laporan adanya sindikat perburuan gading gajah maupun upaya memunahkan satwa itu.

Meski demikian pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh BKSDA di Banda Aceh menyangkut kematian dua ekor gajah untuk melakukan pengembangan penyebab sebenarnya, diracun ataukah ada yang meracun satwa ini.

“kita masih menunggu BKSDA menyampaikan laporan resmi penyebab sebenarnya. Selama ini kita selalu rutin melakukan patroli bahkan dengan bupati, kita melihat banyak tanda-tanda kehidupan satwa gajah di Aceh Jaya,” katanya menambahkan. [antara]

KOMENTAR FACEBOOK