Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu

Oleh : Ust. Muhammad Nuzul Dzikri

Itulah nasehat yang sering menyapa telinga kita saat kita bersimpuh di majelis majelis ilmu. Namun bagaimana cara mengetahui keikhlasan kita dalam belajar? Jika anda kesulitan dalam mengintrospeksi hal ini maka Imam Hasan Al-Bashri akan membantu anda. Beliau berkata:

من طلب العلم لله لم يلبث ن يرى ذلك قي خشوعه وزهده وتواضعه

“Barangsiapa yang menuntut ilmu karena ALLAH niscaya tidak lama lagi akan terlihat pengaruhnya pada kekhusyuannya, kezuhudannya, dan ketawadhuannya.”

Inilah beberapa indikator keikhlasan dalam belajar. Marilah kita (saya dan anda) berkaca. Sudah berapa shalat yang kita lalui dengan khusyu’ semenjak hari pertama kita duduk di sebuah kajian? Atau kita masih sering kesulitan mengingat surat apa yang dibaca imam di rakaat pertama shalat magrib yang baru saja kita kerjakan? Sudah berubahkah pandangan kita terhadap dunia atau. Justru kita semakin tamak terhadap kegemerlapan yang tidak ubahnya setetes air di tengah samudra akhirat yang luas

Sudahkah kita semakin membuka pintu masuk untuk kebenaran yang mengetuk hati tanpa melihat siapa yang menyampaikannya? Dan akhirnya sudahkan ilmu membuat kita semakin membumi dihadapan manusia atau justru mudah meremehkan mereka?

“Ilmu bukanlah maklumat yang anda hafal namun apa yang bermanfaat untuk diri anda”
(Imam As-Syafi’i)

#Referensi Adabul Hasan Al-Bashri Libnil Jauzi, siyar a’lamin nubala’ dengan penambahan

Sumber : Grup WA AL-Hikmah 04

KOMENTAR FACEBOOK