Ridwan Kamil Bertanggung Jawab atas Keselamatan "Bobotoh"

ACEHTREND.CO — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku akan menjamin keselamatan bobotoh yang berangkat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk mendukung perjuanganPersib Bandung pada laga final Piala Presiden 2015 melawan Sriwijaya FC, Minggu (18/10/2015) pukul 19.00 WIB.

Ridwan Kamil menilai, persiapan pengamanan pertandingan sudah semaksimal mungkin agar tidak terjadi kerusuhan seperti sebelumnya. “Insya Allah aman, soalnya pam (pengamanan)-nya pada laga ini sangat luar biasa,” kata pria yang akrab disapa Emil itu, Jumat (16/10/2015).

Emil mengaku tak ingin insiden berdarah terhadap para bobotohPersib kembali terulang. Bobotoh pernah menjadi korban dari penyerangan oknum Jakmania, pendukung Persija Jakarta, saat pulang mengantarkan Maung Bandung seusai tampil pada laga final Indonesia Super League (ISL) melawan Persipura, Jayapura, di Stadion Jakabaring, Palembang, pada 2014 lalu.

Persib kala itu menjuarai ISL 2014 seusai menumbangkan Persipura Jayapura lewat drama adu penalti dengan skor 5-3. Insiden itu menyebabkan para bobotoh Persib mengalami luka serius akibat lemparan batu. Sejumlah bus yang ditumpangibobotoh juga hancur dilempari batu.

Emil mengaku akan bertanggung jawab jika terjadi insiden yang tidak diinginkan terhadap bobotoh saat menyaksikan pertandingan di Jakarta. Keselamatan bobotoh mulai dari keberangkatan sampai kepulangannya akan menjadi tanggung jawabnya.

“Saya tanggung jawab (kalau terjadi apa-apa). Bukan Pemkot yang menjamin, tapi saya sendiri yang menjamin. Tahun kamari ge(tahun kemarin juga) lebih dari Rp 500 juta saya tanggung untuk sana-sini, jaminan kesehatan, tanggung jawab ganti bus yang rusak, sumbang sana dan sini,” beber Emil.

Emil menegaskan, tak ada sepeser pun APBN yang dipakai untuk pembiayaan jika terjadi sesuai kejadian yang tidak diinginkan dari Jackmania. Emil akan mengeluarkan dari saku pribadinya sendiri. “Saya sendiri yang tanggung, tidak ada APBN yang dikeluarkan. Bukan Pemkot Bandung, tapi saya yang tanggung jawab,” tegas Emil.

“Bantuan juga ketika itu dari mana-mana. Bentuknya beraneka ragam, baik secara fisik, doa, materi, dan kita satu padukan jadi satu kesatuan,” tuturnya.

Sumber : Kompas

KOMENTAR FACEBOOK