Mantan Kombatan Raih Penghargaan Foto Lingkungan di Asia

ACEHTREND.CO —- Chaideer Mahyuddin, pewarta foto Aceh yang bekerja di AFP, berhasil meraih penghargaan tingkat internasional di bidang lingkungan (SEC Environmental Photograph of the Year).

Penghargaan ini diterima dari Asian Environmental Journalism Awards (AEJA), sebuah lembaga berbasis di Singapura, Selasa (20/10/2015). Ini merupakan penghargaan kedua yang diraih Chaideer Mahyuddin dari AEJA.

AEJA menilai 175 karya jurnalistik 129 jurnalis, blogger, dan pewarta foto dari 21 negara di Asia. Karya paling banyak berasal dari India yang mencapai 57 dan Pakistan 31 karya.

“Tantangan mengenai lingkungan tak berbatas pada batasan geografi. Kualitas jurnalisme lingkungan sangat jelas dari entri karya yang diterima (panitia) kompetisi tahun ini, mulai dari metode laporan investigasi, laporan mendalam dari liputan televisi.

Para juri sangat terkensan, tidak hanya pada kualitas jurnalisme yang mereka lihat, tapi juga keberanian, keuletan jurnalis yang memproduksinya,” ujar Mantan Menteri Senior Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Utusan Khusus Menteri Luar Negeri untuk Timur Tengah Zainul Abidin Rasheed, Selasa (20/10/2015).

Rasheed yang duduk sebagai ketua dewan juri AEJA mengawasi betul proses penjurian sehingga menghasilkan pemenang yang kredibel.

Tiga pemenang penghargaan AEJA 2015 merupakan mereka yang pernah mendapatkan penghargaan serupa pada 2014 lalu, yaitu Zsombor Peter dari Kamboja (SEC Coca Cola Environmental Story of the Year), Wang Yan dari Tiongkok (SEC-CDL Environmental Journalist of teh Year), dan Chaideer Mahyuddin dari Aceh (SEC Environmental Photograph of the Year).

IMG-20151020-WA0007Foto karya Chaideer yang berhasil memenangkan pertarungan memotret tentang restorasi bekas kebun kelapa sawit di kawasan Aceh Tamiang.

Sebelum terjun menjadi fotografer, pria yang akrab disapa Abu Chaider ini sebenarnya mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. Pasca perdamaian, dia memilih menggeluti hobinya sehingga dikenal
sebagai jurnalis foto yang menyukai isu lingkungan.

“Mendokumentasikan isu lingkungan, merupakan cara jurnalis untuk ikut peduli pada kelestarian lingkungan, pada perubahan iklim yang terjadi, dan pada kelestarian satwa yang terancam punah,” ujar mantan Panglima Muda GAM ini. []

Sumber: acehkita.com

KOMENTAR FACEBOOK