Bardan Sahidi: Saatnya menguji kinerja Pemerintah Aceh

ACEHTREND.CO, ACeh — Pernyataaan yang mengejutkan atas respon Gubernur Aceh sehari setelah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA – P) Tahun Anggaran 2015 yang diplesetkan menjadi “Pungoe” alias Gila.

Menurut Bardan Saidi, hal ini tidak berdiri sendiri, keterlambatan ini bermula sejak penetapan APBA (murni) 2015 lalu juga terlambat, sehingga Aceh mendapat peringatan keras dari Direktorat Jendral Kementerian Dalam Negeri. Selanjutnya keterlambatan eksekusi dan lelang proyek dan kegiatan APBA juga terlambat.

Jadual pembahasan APBA Perubahan telah sesuai dengan mekanisme, untuk menghindari defisit atau surpus anggaran. Demikian juga apabila kegiatan ini tidak dapt dilksanakan oleh pemerintah Aceh dengan alokasi anggaran dan masing – masing bidang oleh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) akan menjadi Sisa Lebih Pengunaan Anggaran (SILPA) tahun berjalan. Dengan konsekuensi logisnya adalah pengembalian uang Aceh kepada kas negara.

Tidak terlalu sulit melaksanakan program APB P ini bila masing – masing SKPA bersinergi dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), dibawah koordinasi Sekretaris Daerah dan Bappeda Aceh. Bukankah seluruh kegiatan ini adalah implementasi dan turunan dari RPJM Pemerintah Aceh dan Visi – Misi Gubernur Aceh.

APBA P 2016 efektiv dilaksanakan dalam kurun waktu 45 hari kedepan, setelah dokumen anggaran ini dikoreksi oleh kemeterin dalam negeri.

“Publik akan menilai kinerja Pemerintah Aceh, dan bagi kami akan melihat serapan anggaran dan kegiatan dari SKPA mana yang sesuai dengan target tolok ukur dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Dalam semangat Nawa Cita versi Aceh kami mendorong pemerintah Aceh untuk terus bekerja. Ayo kerja, kerja, kerja,” kata Jubir F PKS Gerindra dalam rilisnya. []

KOMENTAR FACEBOOK