Catatan Munawar Liza: Tragedi Paris dan Konspirasi Zionis

Pemboman, penembakan dan penyanderaan Paris terjadi pada tanggal 13, hari Jumat. Hari yang biasa dikenal dengan Friday the 13th. Dianggap hari sial oleh orang barat. Ada yang menghubungkan hari ini dengan perjamuan terakhir nabi Isa alaihisssalam yang berjumlah 13 orang, sebelum almasih dinaikkan.

Menurut the Stress Management Center and Phobia Institute di North Carolina, 17-21 juta rakyat Amerika menakuti hari ini. Bahkan di Finlandia, hari itu diusulkan sebagai hari kecelakaan nasional.

Hari ini juga dikenal dengan kejadian pembantaian atas Knight Templars, tentara salib yang dibentuk oleh Paus untuk melindungi penziarah tanah suci Palestina. Pada shubuh Jumat 13 Oktober 1307, Raja Philip IV dari Perancis memerintahkan penangkapan dan pembantaian semua Knight Templar karena mereka dituduh menyembah berhala (baphomet), pembunuhan, korupsi, penyiksaan bahkan homoseksual. Mereka banyak dibakar hidup-hidup setelah Paus Clement mengeluarkan Pastoralis Praeeminentiae pada 22 November 1307, yang memerintahkan seluruh Eropa untuk menangkap dan merampas harta mereka.

Sejak kejadian pembantaian Charlie Hebdo di Paris diketahui dalangnya adalah Gladio (organisasi bawah tanah yang dibentuk oleh NATO) sebagai false flag terror untuk mendiskreditkan muslim di Eropa oleh pelaku yang sering melakukan teror yaitu Zionist Israel dan kelompok NATO hardliner, maka dengan mudah ditebak bahwa pelaku dari kejadian Paris ini adalah pelaku yang sama, apalagi Desember lalu Perancis baru mengakui Palestina sebagai negara.

Hampir semua kejadian terorisme besar yang menewaskan banyak orang, dilakukan oleh organisasi atau kelompok rahasia yang dibiayai oleh intelejen atau pemerintah termasuk kejadian 11 September di Amerika, penyerangan Irak dan Afghanistan dengan alasan mencari Al Qaeda dan penghancuran negara-negara Arab. Pemerintah biasanya sudah tahu sebelum kejadian ini terjadi.

Kejadian Paris telah diketahui sebelumnya, dalam sebuah siaran TV Arab yang memberitakan pertandingan Perancis – Jerman, reporter mengatakan sebelum pertandingan bahwa stadion dijaga ketat setelah ada ancaman bom kepada tim Jerman di hotel dan ancaman bom di stadion. Tim Jerman terpaksa keluar dari hotel dan menunggu di sebuah restoran sebelum bertanding. Link

Kenapa Jerman? Karena Pemerintah Jerman paling ramah dalam menerima pengungsi dari Timur Tengah.

Eropa akan tetap diserang agen zionist ke depan, apalagi pada tanggal 11-11-2015 yang lalu, EU mengeluarkan aturan bahwa produk barang dan buah dari Gaza, Golan, Tepi Barat dan Jerussalem Timur tidak boleh dilabel sebagai barang Israel, sebab Eropa tidak mengakui daerah yang dicaplok pada Juni 1967 sebagai wilayah Israel. Produk-produk dari wilayah tersebut harus dicantumkan sebagai ‘product from Palestine’. Link

Kalau kejadian ini dituduhkan kepada organisasi radikal islam, jika dikaji dengan baik, tidak ada keuntungan yang dipetik oleh organisasi-organisasi tersebut atas kejadian ini. Kalau dikatakan pelakunya ISIS, saat ini yang menyerang ISIS adalah Rusia, bukan Perancis.

Majalah Economist yang dimiliki keluarga Rothschild, penyokong utama Israel, pernah menerbitkan cover kontroversial berisi gambaran dunia pada tahun 2015 ‘the world in 2015’. Ada sebuah gambar, lukisan Leonardo Da Vinci’s La Belle Ferronière yang disimpan di museum the Louvre, Paris. Di depannya tertancap dua anak panah dengan tulisan yang kalau disusun menjadi: 13.11.15. Apakah mungkin kejadian Paris ini telah disiapkan jauh-jauh hari oleh kamu zionist? Wallahu ‘Alam. [Dihimpun dari berbagai sumber]

warzain

Munawar Liza Zainal
Warga Banda Aceh

 

KOMENTAR FACEBOOK