Akankah Setya Novanto Seberani Soeharto Mundur?

Akankah Setya Novanto memilih mundur sebagai Ketua DPR RI? Belum ada tanda-tanda. Padahal dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah petisi online di situs Change.org yang menuntut “Pecat Ketua DPR Setya Novanto” sudahmendapat lebih dari 34.000 penandatangan.

Menurut Communication Associate Change.org Dhenok Pratiwi, sebagaimana dikutip cnnindonesia mengatakan petisi ini bukan salah satu yang terbesar, tapi termasuk paling cepat pertumbuhan angka penandatangannya.

Itu maknanya, ulah Setya Novanto memang menimbulkan kemarahan publik. Sebenarnya, tidak ada ruginya jika politisi Golkar itu mundur. Soeharto saja pernah memilih langkah mundur begitu rakyat menuntut.

Tanggal 21 Mei 1998, pukul 09.00 WIB, kala itu semua perhatian tertuju ke credentials room di Istana Merdeka, Jakarta. Saat itu, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pidato yang singkat, Soeharto antara lain mengatakan, Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.

Pengumuman pengunduran diri Soeharto Kamis pagi itu sesungguhnya tidaklah terlalu mengejutkan, karena sehari sebelumnya sudah ramai dibicarakan bahwa Presiden Soeharto akan mengundurkan diri.

Setya Novanto juga bisa menjadi teladan bagi generasi politisi muda Golkar. Jika pun tidak ada aturan, sangat bijak mananakala kesalahan politik diikuti oleh langkah mundur. Jika Setya Novanto berani maka Golkar yang makin terpuruk dapat pulih kembali jati dirinya sebagai partai. []

KOMENTAR FACEBOOK