APA Minta Aparat Selidiki Aliran Dana untuk KPA

Muhammad Amin, Koordinator APA

ACEHTREND.CO, Banda Aceh — Aliansi Pemuda Aceh (APA) meminta aparat berwenang untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 650 miliar oleh oknum yang ada ditubuh PA/KPA.

Koordinator APA, Muhammad Amin menyertakan warta dari media Beranda Aceh yang mengutip pernyataan Gubernur Aceh, yang kutipannya berbunyi:

4.3 Zaini Abdullah menyatakan tidak akan pernah mengalokasikan kembali bantuan untuk peningkatan Ekonomi Anggota KPA dan PA, karena pada APBA 2013. Dia telah mengalokasikan anggaran tersebut sebesar 650 Milyar tapi diselewengkan oleh Para Oknum yang dipimpin Abu Razak, Ilyas Abed, Muklis Abee, Hendra Fadli, dan Kausart menurut bahwa Dokter Zaini adalah GAM 2006, sedangkan yang paling berhak adalah GAM Eks Libia sebagai GAM didikan Hasan Tiro Langsung.

Pernyataan Gubernur Aceh yang kabarnya disampaikan dalam pertemuan dengan GAM alumni Tripoli itu patut ditindaklanjuti agar segalanya menjadi terang menderang. Lebih dari itu agar oknom-oknom yang disebut oleh Gubernur Aceh dapat terpulih dari dugaan bila memang tidak terlibat.

Sebelumnya, pada awal September 2015 hal senada juga pernah diwartakan melalui media online acehterkini: 

“Saya sudah titip dana untuk KPA sebesar Rp860 miliar kepada petinggi KPA, apakah dana itu sudah turun ke bawah, saya tidak tahu,” kata Yarmen Dinamika mengutip Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Berdasarkan pernyataan gubernur tersebut, Kami dari Aliansi Pemuda Aceh (APA) meminta kepada penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut.
Menurut kami, korupsi (jika benar adanya) adalah tindakan fasad yang merusak seluruh tatanan kehidupan masyarakat,” tulis Muhammad Amin dalam rilisnya.

Muhammad Amin menyertakan terjemahan al maidah 33: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan (fasad) di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” []

KOMENTAR FACEBOOK