32 Sekolah Di Aceh Diukur Kemampuan Membaca

32 Sekolah Di Aceh Diukur Kemampuan Membaca

ACEHTREND.CO, Aceh –– 32 Sekolah yang terdiri dari 24 SD dan 8 MI di kabupaten mitra USAID PRIORITAS (Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie Jaya dan Aceh Barat Daya) telah menjadi sekolah sampel dalam kegiatan penilaian kemampuan membaca siswa kelas awal menggunakan instrumen EGRA (Early Grade Reading Assessment). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari di setiap kabupaten tersebut berakhir kemarin di Aceh Barat Daya (27/11).

”USAID PRIORITAS dalam tiga tahun ini telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada SD dan MI dalam mengembangkan program membaca. Kami akan mengevaluasi dampak program tersebut dengan melihat perkembangan kemampuan membaca siswa di kelas awal,” kata Feiny Sentosa, Wakil Direktur Program USAID PRIORITAS beberapa waktu lalu di Jakarta. ”Hasil EGRA memberikan masukan terhadap program yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa,” katanya lagi.

Dalam proses EGRA ini ada lima penugasan untuk menilai kemampuan membaca siswa, yaitu (1) membaca huruf, (2) membaca kata bermakna, (3) membaca kata tidak bermakna, (4) kelancaran membaca kalimat, dan pemahaman membaca berdasarkan teks yang dibaca, serta (5) pemahaman menyimak.

Tes EGRA dilakukan secara individual dan memakan waktu sekitar 12 menit untuk setiap anak yang diases. Proses penilaiannya dilakukan dengan menggunakan Tablet yang dilengkapi dengan aplikasi TANGERINE. Semua intrumen EGRA sudah terpasang pada aplikasi TANGERINE sehingga memudahkan para asesor dalam melakukan penilaian.
EGRA sudah terbukti sahih untuk mengumpulkan data awal yang dapat digunakan untuk menyusun suatu program peningkatan kemampuan membaca di kelas awal.

EGRA sudah dilaksanakan lebih dari 50 negara dengan 30 bahasa yang berbeda. Penggunaan yang luas ini menunjukkan bahwa EGRA adalah instrumen yang baik untuk menggambarkan kemampuan membaca anak di kelas awal. ”EGRA dapat memberikan gambaran yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di semua mata pelajaran dalam kurikulum,” kata Jarnawi koordinator pelaksanaan kegiatan, yang telah mengakses sekitar 768 siswa di 32 sekolah tersebut.[]

KOMENTAR FACEBOOK