Ini Kata Munawar Liza Tentang Posisi Aceh Jika Turki Berperang

Munawar Liza Zainal

Setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Sukhoi Su-24 milik Rusia di perbatasan dengan Syiria, bau aroma perang antara Turki dan Rusia kembali merebak..

Sebelumnya, pada tahun 1853, pernah terjadi perang besar antara Turki Usmani dengan beberapa negara melawan Rusia yang dikenal dengan perang Crimea..

Perang panjang yang berakhir pada Februari 1856 ini menelan korban ratusan ribu tentara dari kedua belah pihak..

Tokoh Florence Nightingale, pelopor perawat dunia, muncul dan terkenal dalam perang ini..

Leo Tolstoy sempat merekam pahitnya perang ini dan kejadian pengepungan kota Sevastopol (Siege of Sevastopol) disusun dalam karya berjudul The Sebastopol Sketches.

Nah, apa hubungannya dengan Aceh?

Ternyata Aceh terlibat di dalam perang Crimea.

Ketika perang Crimea dimulai pada tahun 1853, Sultan Alauddin Ibrahim Mansur Syah, Sultan Aceh (memerintah secara de facto dari 1838, dan secara formal dari 1857 sampai 1870) mengirimkan bantuan kepada Sultan Abdul Mecit dari Turki sebesar 10.000 Dollar Spanyol, sebagai bentuk dukungan dan sokongan rakyat Aceh kepada Turki.

Sebagai balasan, Sultan Abdul Mecit dari Turki membenarkan Aceh menaikkan bendera Turki di Aceh serta memberikan bintang/penghargaan tertinggi (mejidie) kepada Sultan Aceh.

Kisah perang Crimea yang disebar melalui syair dan hikayat, membangkitkan semangat dukungan kepada Turki di Asia Tenggara…

KOMENTAR FACEBOOK