Walkot Amoy Enjoy dengan Mobil Bekas 2003

Kami sedikit terpana dan saling berbisik ketika MC mempersilakan seorang laki-laki bertubuh langsing dan tinggi untuk memberikan sambutan dalam pertemuan dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, Jumat (27/11/2015). MC menyebutkan nama Drs.H. Awang Ishak, M.Si sebagai Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Pria berpenampilan sederhana dan murah senyum itu pun berdiri menyampaikan orasi tentang kondisi kehidupan bergama di kota berjuluk Amoy ini. “Singkawang sudah berkali-kali menampung pengungsi korban konflik, termasuk pengungsi Tionghoa pada tahun 1967. Makanya di sini banyak Amoy,” ujar Haji Awang dengan logat Melayu kental.

Ditambahkannya, Kota Amoy oleh Setara Institute dimasukkan dalam jajaran tiga besar kota paling toleran dan rukun di Indonesia. “Makanya, Singkawang sering dikunjungi oleh pegiat kemanusiaan dan demokrasi,” kata Awang yang ikut membawa dua orang kadis asal Aceh, Yusnita Fitriadi dan Asyir Abubakar.

“Setiap bulan ada rombongan yang melakukan studi kerukunan ke sini. Ya, sudah pasti mereka meninggalkan rupiah untuk memakmurkan warga kami,” sambungnya sambil meminta Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H.M. Daud Pakeh dan rombongan, untuk menetap lebih lama dan berbelanja lebih banyak di Kota Amoy.

CRV Usang dan Xenia
Kami bertanya-tanya ketika pertemuan usai. Sambil berbincang-bincang akrab kami berjalan menuju pintu keluar gedung FKUB Kota Singkawang. Sebuah mobil Honda CRV yang diperkirakan keluaran tahun 2003 berhenti di depan. Pada bagian nomor polisi mobil usang tertera plat KB 1 C warna merah.

Wali Kota Amoy masuk ke mobil itu. Sambil mengucapkan salam pria yang tampak lebih muda dari usianya yang sudah 64 tahun itu melambaikan tangan tanda perpisahan. Dia tidak sedikit pun merasa canggung menggunakan mobil warisan tiga wali kota sebelumnya. Masih bisa difungsikan dan penghematan uang rakyat adalah alasan utama dia mempertahankan kendaraan itu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kota Singkawang, Ir. H. Yusnita Fitriadi, menyebutkan, untuk kepala SKPK disediakan mobil dinas Daihatsu Terios, dan untuk kepala kantor disediakan Daihatsu Xenia.

Kerja di Hari Libur
“Untuk dinas yang berhubungan langsung dengan lapangan terjal seperti Dinas PU, Dinas Pertanian dan Kehutanan diminta memilih salah satu; Terios atau Double Cabin. Pilih satu saja, tidak boleh dua-duanya,” kata Yusnita dalam bincang-bincang dengan acehtrend di sela-sela kunjungannya ke persawahan milik petani, Minggu (29/11) pagi.

Ditanya kenapa mau bekerja di hari Minggu? Pria asal Blang Pidie ini menjawab, “Bekerja itu bukan hanya di kantor pada jam kerja. Tak ada salahnya hari Minggu kita berkeliling desa untuk mengetahui keadaan dan permasalahan masyarakat. Ini diwajibkan oleh Pak Awang untuk semua kepala SKPD,” tambah Yusnita sambil memarkir sepedanya.

Safari Jumat
Selain itu, kata Yusnita, Wali Kota Awang juga rutin mengadakan Safari Jumat dengan berkeliling dari masjid ke masjid. Semua Kepala SKPD serta Forkopimda hadir di ajang Safari Jumat. Sementara bagi Kepala SKPK non-muslim diminta mengirim utusan dan merekam semua hasil pertemuan.

“Alhamdulillah, saya dipercaya sebagai koordinator Safari Jumat. Bakda Jumat, wali kota berdiskusi dengan masyarakat, mensosialisasi program pemerintah dan mendengar keluhan mereka. Pada Hari Jumat Pak Wali selalu berusaha ada di Singkawang, katanya.

“Kalau warga mau temui walikotanya, tinggal datang saja ke masjid yang telah ditentukan. Mulai jam 10 pagi sudah beredar SMS ke semua Kepala SKPD tentang dimana kegiatan Safari Jumat pada hari itu,” tambah Yusnita.
Safari Jumat sangat efektif dalam menjalin kedekatan rakyat dengan pemimpinnya. “Saya kira untuk Aceh yang semuanya menganut agama Islam perlu menggelar even semacam ini. Di Singkawang yang 50 persen muslim dapat digerakkan, apalagi di Aceh,” kata Yusnita penuh harap.

Walkot

Profil Walkot Amoy
Tahun 2002-2003 Haji Awang Ishak ditunjuk sebagai Pj. Wali Kota Singkawang. Selanjutnya dia meniti karir politik bersama partai Partai Perwakilan Daerah (PPD). Partai gurem ini mengantarkannya ke kursi DPRD Kota Singkawang (2004-2009).

Pada 2007 dia maju dalam bursa Cawalkot Singkawang. Saat itu dia kalah perolehan suara dari pasangan Tionghoa-Melayu yaitu Hasan Karman (Tionghoa) – Edi R Yacon (Melayu). Sementara kedudukannya di kursi dewan masih bertahan.

Pada 2012 dia kembali mencalonkan diri melalui partai gurem berpasang dengan Abdul Mutallib (PKB) yang sama-sama Melayu. Kali dia berhasil memenangkan perolehan suara rakyat.

“Setelah terpilih, salah satu yang selalu dia pesankan kepada para Kepala SKPD adalah bahwa jabatan itu amanah dari rakyat dan karenanya semua janji masa kampanye harus diwujudkan. Semua fasilitas negara termasuk mobil dinas harus digunakan sesuai peruntukannya. Makanya, saya selalu meninggalkan mobil di kantor di luar jam kerja”, ujar Yusnita Fitriadi.

Nah, itu profil Walkot Amoy dan jajarannya. Bagaimana dengan profil pemimpin di daerah Anda yang berlaku Syariat Islam Kaffah dan punya Dana Otsus? Ditunggu kisahnya.[]

Laporan: Hasan Basri M. Nur

KOMENTAR FACEBOOK