Koordinator Jokowi Center Aceh Jangan Bungkam Kebebasan Rakyat Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh — Lembaga Swadaya Masyarakat; Advokasi Untuk Rakyat Aceh (AURA) mengingatkan Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh untuk tidak main-main dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara. Pengekangan terhadap kebebasan berpendapat merupakan ancaman serius dalam negara Demokrasi.

Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh, Teuku Neta Firdaus pada Kamis (26/11/2015) sore melapokan Kasus dugaan tindak pidana penistaan dan penyebar kebencian terhadap Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo (SI 27/11/2015). Dua warga yang dilaporkan kepada aparat kepolisian diantaranya dua orang warga Aceh Barat masing-masing berinisial SB alias Ay yang tecatat sebagai seorang PNS di Jajaran Kemenag setempat warga Meulaboh, serta seorang warga lainnya berinisial TNN yang tercatat sebagai warga Kecamatan Meureubo, Kecamatan Meureubo.

Dalam kesempatan ini, LSM AURA mempertanyakan legal standing Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh, Teuku Neta Firdaus melaporkan dua warga Aceh Barat ke Polres Meulaboh. Pelapor tidak mempunyai dasar hukum mempolisikan dua warga Aceh Barat. Apalagi kasus yang dilaporkan DELIK ADUAN, artinya laporan polisi dari orang yang menjadi korban tindak pidana, bukan Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh .

Seharusnya Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh harus menjadikan kritikan masyarakat Aceh terhadap Presiden Joko Widodo sebagai masukan dan kekecewaan pemilih pada Joko Widodo saat piplres.

LSM AURA juga mengigatkan Kapolres Meulaboh untuk lebih berhati – hati dalam menanggani kasus yang dilaporkan oleh Koordinator Jokowi Center Provinsi Aceh, agar tidak menjadi boomerang kemudian hari ke Polri.

Oleh karena itu, LSM Advokasi Untuk Rakyat Aceh (AURA) menyikapi tindakan Koordinator Joko Widodo Center Provinsi Aceh tidak melakukan pembungkaman kebebasan berpendapat. []

 

KOMENTAR FACEBOOK