Ulasan Fuad Hadi: Ada Apa dengan Golkar Aceh

Melalui media, dikabarkan bahwa sejumlah petinggi Golkar Aceh yang dikomandoi Muntasir Hamid kembali menemui Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin.

Mereka kabarnya menyerahkan surat berisi sikap Partai Golkar Aceh mengenai posisi Sulaiman Abda sebagai Wakil Ketua DPR Aceh, dan juga beberapa tuntutan tentang keterlibatan Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada pergantian Wakil Ketua DPRA, Senin 30 November 2015.

Publik mulai bertanya, ada apa dengan elit di Golkar Aceh? Mengapa elit pengurus di DPD I Golkar Aceh begitu marahnya kepada Sulaiman Abda? Ada apa? Dan mengapa kemarahan terhadap Sulaiman Abda lebih dominan dikomandoi oleh Muntasir Hamid? Kemana Yusuf Ishak sebagai Ketua Golkar Aceh yang ditunjuk oleh Aburizal Bakrie? Mengapa pengurus lainnya memilih diam padahal dimasa Sulaiman Abda menjadi Ketua Golkar Aceh pengurus sangat terbuka untuk bicara dan menyatakan aspirasinya?

Mengapa pula pengurus DPD II Kabupaten/Kota diam-diam terus menjalin hubungan baik dengan Sulaiman Abda, begitu juga dengan pengurus Golkar yang kini menjadi wakil rakyat di DPRA namun memilih mencari aman ketika elit Golkar menyerang Sulaiman Abda secara politik?

Ada apa dengan Golkar Aceh? Mengapa semangat rekonsiliasi yang dikembangkan oleh DPP Golkar dari kedua kubu yang pernah berseberangan tidak menjadi daya tarik bagi Golkar di Aceh untuk mengakhiri perseteruan internal di Aceh?

Mengapa penolakan Kemendagri terhadap usulan reposisi Sulaiman Abda yang diputuskan dalam rapat keroyokan paripurna tidak disambut dengan lapang dada, dan kembali memilih untuk menempuh ragam cara guna menjatuhkan Sulaiman Abda, dan malah menyeret Gubernur Aceh sebagai penyebab gagalnya usulan reposisi Sulaiman Abda?

Ada apa sebenarnya di Golkar Aceh? Adakah kesalahan yang sangat fatal yang telah dilakukan oleh Sulaiman Abda seperti telah membuat posisi Golkar di Aceh hancur secara perolehan suara? Adakah Sulaiman Abda sudah sangat dibenci oleh rakyat sehingga bila tidak dipecat akan membahayakan masa depan Golkar di Aceh?

Mari kita periksa dengan baik. Dengan sangat mudah kita temukan fakta bahwa Golkar Aceh semasa dipimpin oleh Sulaiman Abda berhasil meraih posisi kedua di Aceh. Sulaiman Abda juga politisi Golkar yang dipilih rakyat dengan suara yang sangat banyak. Beliau juga sosok yang oleh publik sangat dihormati dan akrab dengan berbagai tokoh di Aceh. Lalu, apa salah Sulaiman Abda yang sudah sangat fatal? Tidak ada!

Kalau begitu, jangan salahkan publik jika menduga bahwa persoalan Sulaiman Abda bukan lagi masalah Sulaiman Abda dengan Golkar Aceh, melainkan masalah pribadi satu dua orang di Golkar Aceh. Lihatlah, siapa yang paling getol menohok Sulaiman Abda. Mengapa bukan Ketua Golkarnya, mengapa selalu Sekretaris Golkar Acehnya?

Jika memang ada persoalan pribadi mengapa itu terjadi dan apa bentuk persoalan itu? Dan lebih penting lagi, mengapa persoalan pribadi itu bisa menjadi pemantik persoalan di partai? Wahai pengurus lainnya, akhiri segera ketakutan berlebihan dan selamatkan Golkar dari amarah pribadi. Jangan biarkan satu orang menjadi perusak partai yang rakyat menaruh harapan di dalamnya. []

Fuad Hadi, SH, MH
*Ketua DPD AMPI Aceh Barat dan Ketua Serikat Muda Aceh Barat (SAMBA)

KOMENTAR FACEBOOK