Pakar Minta Polisi Usut Pencurian Raskin di Pante Bidari

ACEHTREN.CO, IDI rayeuk — Direktur Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) Aceh Timur Teuku Oktaranda SH,MH meminta pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Jaksa di Kabupaten Aceh Timur, untuk mengusut tuntas kasus raibnya 70 ton beras miskin yang akan disalurkan kepada 22 desa di Kecamatan Pante Bidari pada tahun 2014 silam.

Pengusutan, menurut Oktaranda penting, karena pencurian raskin sangatlah merugikan masyarakat. Saat ini, beras sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi masyarakat miskin yang ada di kecamatan tersebut. Terkait telah ditahannya tersangka Nurmala dalam kasus penggelapan beras raskin di Kecamatan Pante Bidari, Oktaranda meminta agar bisa diproses secepat mungkin. “Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak dan pelaku lain yang ada dibalik Nurmala harus segera di ungkap,” tulis Oktaranda.

Teuku Oktaranda juga menegaskan, tidak mungkin tersangka Nurmala berkerja sendiri. Untuk itu, Oktaranda meminta agar mantan Camat Pante Bidari wajib diperiksa secara intensif, kalau perlu di tahan. “Kami harap Kapolres Aceh Timur melalui Kasat Reskrim, tidak menerima intervensi dari pihak mana pun untuk menghentikan kasus tersebut,” tegasnya.

Oktaranda melanjutkan bahwa DPW PAKAR ATIM akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, dan kami mengutuk keras mantan Camat Pante Bidari karena tidak becus dalam mensikapi kasus ini. “Malah kami menduga dan berasumsi mantan camat terlibat dalam kasus ini. Karena tidak mungkin apa yang di lakukan tersangka Nurmala luput dari pengawasan,” ujarnya.

Pakar Aceh Timur berharap penegak hukum untuk segera mengambil kebijakan sesuai hukum yang berlaku, apabila terbukti maka mantan camat tersebut telah melukai hati rakyat miskin yang saat ini sangat membutuhkan beras tersebut.

“Harapan kami kepada masyarakat di Kecamatan Pante Bidari agar terus mengawal kasus ini, demi kepentingan masyarakat sendiri. Kami PAKAR ATIM siap untuk mengadvokasi masyarakat yg telah di rugikan demi tercapai keadilan dan perlakuan sama dimata hukum,” pungkasnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK