Terkait Penangganan Kasus Singkil, PAHAM Aceh: Polisi Masih Tebang Pilih

Kasibun Daulay, Ketua Tim Advokasi PAHAM Cabang Aceh

ACEHTREND.CO, Singkil — Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Cabang Aceh menilai, penanganan kasus kerusuhan di Aceh Singkil 13 Oktober lalu oleh pihak kepolisian masih belum maksimal. Khususnya terkait masih banyak yang diduga sebagai pelaku, namun masih belum dijadikan tersangka. Bahkan pihak kepolisian dianggap terkesan “tebang pilih” dalam menangani kasus ini.

“Kita menilai polisi masih belum serius dan tidak objektif dalam menangani kasus ini. Padahal berdasarkan bukti rekaman video dan keterangan-keterangan yang diperoleh dalam penyidikan sebelumnya, masih banyak pelaku-pelaku lainnya yang seharusnya sudah dijadikan tersangka, namun polisi terkesan masih tebang pilih dalam kasus ini” ungkap ketua tim advokasi PAHAM Cabang Aceh, Kasibun Daulay, SH melalui siaran pers kemarin.

Seterusnya Kasibun menjelaskan bahwa,¬†seharusnya pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada satu orang tersangka saja, karena selain pelaku penembakan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta dalam permufakatan jahat untuk melakukan, ataupun yang membiarkan terjadinya penembakan juga harusnya dijadikan tersangka, karena mereka juga telah memenuhi unsur tindak pidana. “Tidak cukup hanya pelaku penembakan saja yang dijadikan tersangka, karena secara hukum, yang menyuruh, yang membantu dan yang membiarkan terjadinya penembakan juga sama-sama telah memenuhi unsur pidana. Kita sangat menyayangkan, jangankan melakukan penindakan, sampai hari ini kepolisian bahkan belum juga mengumumkan identitas-identitas lain sebagai tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO)”, Ujar Kasibun.

Kemudian Kasibun menambahkan, berdasarkan hasil investigasi tim, PAHAM Aceh menduga ada keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kejadian ini, yakni sebagai salah satu aktor yang menyuruh melakukan penembakan terhadap massa masyarakat yang menginginkan pembongkaran gereja liar pada waktu itu. “Makanya ini harus diungkap, supaya kasus ini terang benderang dan masyarakat Singkil khususnya warga Muslim pun merasakan adanya keadilan dalam penanganan kasus ini”. pungkas Kasibun.

Kemudian dia melanjutkan, “Polisi begitu sigap dan cepat ketika menetapkan tersangka pembakaran gereja yang notabene pelakunya diduga warga Muslim, tapi malah terkesan sangat lamban untuk menetapkan tersangka mereka yang melakukan penembakan yang notabene warga nasrani. Harusnya kepolisian fair dan adil dalam kasus ini.” lanjut Kasibun.

Oleh karena itu PAHAM Aceh mengharapkan, kiranya pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut secara adil, objektif dan tidak tebang pilih. Karena menurutnya ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum tersebut serta masyarakat akan merasa mendapatkan keadilan, sehingga kedepan konflik serupa tidak akan kembali terjadi. “Kita berharap polisi harus lebih objektif dan serius lagi menangani kasus ini, agar masyarakat semakin percaya kepada lembaga penegak hukum tersebut dan masyarakat merasa mendapatkan keadilan, sehingga kedepan konflik-konflik serupa tidak terulang lagi,” demikian tutup Kasibun.

Sebagaimana diketahui, pihak Kepolisian dari jajaran Polres Aceh Singkil sudah menetapkan satu orang tersangka pelaku penembakan terhadap massa warga Muslim yang menginginkan pembongkaran gereja liar di Aceh singkil yang bernama Hotma Ulinatanel Tumangger. Selain itu juga, sebelumnya Polres Aceh Singkil juga sudah lebih dahulu menetapkan empat tersangka warga Muslim yakni masing-masing bernama Saiful, Nawawi Bin Syafi’i, Irwan dan Rahimi Bin Siddik. Mereka diduga sebagai pelaku pembakaran Gereja tanpa izin di Singkil dalam kerusuhan tanggal 13 Oktober lalu. []

KOMENTAR FACEBOOK