Usulan Film Hasan Tiro, Jubir DPA Partai Aceh: Han jeut djilee

Adi Laweung, Jubir DPA Partai Aceh Foto by acehtrend

ACEHTREND.CO, Banda Aceh — Usulan di publik agar pemerintah Aceh membuat dan mengalokasikan anggaran pembuatan film Hasan Tiro, oleh Juru Bicara DPA PA, Adi Laweung ditanggapi singkat. “Han djeut djilee meunjo hana djeulaih,” kata Adi Laweung menanggapi pertanyaan acehtrend melalui pesan media sosial, Senin (30/11/2015) malam.

Penegasan itu kembali disampaikan Adi Laweung dalam bincang dengan acehtrend di warung Solprem Rabu (2/12/2015) pagi. “Nyo pribadi loen han djeut ile,” tegas Adi Laweung.

Menurut Adi, lebih bagus dibuat usai musim politik. “Bek na asumsi gob yang koen-koen,” kata Adi. Adi beralasan penggarapan film Hasan Tiro butuh kajian yang tidak mudah. Menyusun manuskrip (red – skenario) film tidak mudah. Karena film ini tidak bisa diambil sepenggal, maka menurut Adi, dokumen-dokumen yang dipilih harus juga dokumen yang otentik. “Yang beutoi-beutoi na geupeubut le wali,” kata Adi.

Masih menurut Adi, penyusunan skenario film ini juga sangat perlu untuk dibahas dengan saksi mata. Siapa saja yang menjadi sosok pemeran juga perlu diperhatikan. Siapa yang menjadi Wali Hasan, siapa yang menjadi Daud Paneuk, dan siapa yang menjadi sosok Husaini Hasan perlu diperhatikan betul-betul.

Adi Laweung sendiri pada prinsipnya setuju dengan pembuatan film yang mengkisahkan Hasan Tiro. Hanya saja menurut Adi, secara timing bukan sekarang dan substansinya juga harus betul. “Jangan seperti buku ‘Hasan Tiro, Jalan Panjang Menuju Damai.’ Ata wawancara bak gob dan na cit ata wawancara gob dimuat keunan,” tegas Adi.

Hanya saja Adi juga mengakui bahwa untuk membuat film tentang Wali Hasan sudah tidak ada lagi wali. “Jadi hana mungkin le ta meurumpok wali,” akunya. Dan, yang namanya manuskrip (red – skenario) tidak mesti dari orang pertama. Tapi, yang penting substansinya tidak hilang.

Terkait sumber anggaran pembuatan film Hasan Tiro, menurut Adi, tidak masalah dari APBA. “Daripada dikorupsi. Tapi bek cilet-cilet,” kata Adi Laweung. Terakhir Adi menegaskan bahwa jikapun pembuatan film ini jadi maka referensi utama adalah Wali. Ketika acehtrend menyebut Malek Mahmud, Adi mengatakan: “Nyoe lah, panee wali laen. Laen wali nikah ramee,” candanya. []

KOMENTAR FACEBOOK