Penulis Buku Wali: Buku Dijawab dengan Buku

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Buku dibantah dengan buku. Kepada eks kombatan atau pihak lain, silakan melakukan koreksi terhadap isi buku biografi Hasan Tiro; Jalan Panjang Menuju Damai Aceh. Sebab jika dilakukan melalui buku, ini lebih membekas dan bisa dijadikan sebagai rujukan.

Di luar Aceh, dongeng jadi sejarah karena dibukukan dan disebarluaskan. Sedangkan di Aceh, sejarah jadi dongeng karena tidak terdokumentasi dengan baik dan tidak diseminasikan kepada masyarakat.

“Saya sangat senang jika mantan GAM baik sipil atau militer atau pihak lain menulis buku untuk membantah isi buku setebal 677 halaman. Jadi buku dikoreksi dengan buku. Ini cara elegan yang ilmiah,” ungkap Murizal Hamzah penulis buku Hasan Tiro; Jalan Panjang Menuju Damai Aceh, Jumat (4/12).

Murizal diminta tanggapannya terkait pernyataan Jubir DPA Partai Aceh Adi Laweung di acehtrend.co yang menyatakan “Jangan seperti buku ‘Hasan Tiro, Jalan Panjang Menuju Damai. Ata wawancara bak gob dan na cit ata wawancara gob dimuat keuna.”

Menurutnya, dalam penulisan ilmiah dibenarkan mengutip narasi lain dengan menyebutkan sumber tulisan dan lain-lain.

“Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutan buku itu menyatakan ini adalah buku biografi Wali yang pertama. Tentu saja, kita butuh buku-buku lain yang bisa mengupas sosok Wali dari berbagai aspek. Misalnya sosok Wali sebagai sutradara drama radio, kajian dari aspek Islam, politikus dan sebagainya,” pinta Murizal yang mencantumkan lebih dari 400 buku dan dokuman sebagai referensi menulis buku Wali Neugara ini.

Disebutkan, pengutipan dialog Hasan Tiro dengan penulis lain dicantumkan untuk memperkuat analisa penulisan buku.

Misalnya, ada yang menyatakan Hasan Tiro bohong bekerja di PBB New York sebagai delegasi dari KBRI. Untuk membantah hal ini, penulis mewawancara Utoh Him yang merupakan teman akrab Hasan Tiro di Amerika yang membenarkan Hasan Tiro kerja di PBB dan kutipan dari buku Rosihan Anwar yang menyatakan dirinya dijemput di airport oleh Hasan Tiro.

“Buku ini mulai digarap sejak 2000. Pada 2008, penulis dan wartawan lain mewawancara Hasan Tiro di Selangor. Tahun 2010, Wali berpulang ke Rahmatullah dan buku ini baru beredar ke masyarakat umum pada Maret 2015 seteleh diterbitkan oleh penerbit Bandar Publishing,” tukas editor buku Atjeh di Mata Donya dalam bahasa Indonesia. Ada yang punya nyali menjawab dengan buku? []

KOMENTAR FACEBOOK