Kepala PPMG Wilayah VII: Banyak Daerah Mati Suri, Gairah Pendidikan Kurang Terangkat Mutunya

ACEHTREND.CO, Meulaboh — Masih belum maksimalnya mutu guru dalam mengembangkan sistem pembelajaran di kelas membuat para siswa tidak berkembang. Melihat persoalan tersebut Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) Wilayah VII melaksanakan kegiatan Seminar Hasil Kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), kepada guru wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Kegiatan yang berlangsung di aula PPMG Wilayah VII Meulaboh itu diikuti oleh 200 orang guru mewakili gugus masing-masing wilayah kabupaten.

Kepala PPMG Wilayah VII Meulaboh, Drs. Syarbaini, MSi, melalaui rilis yang diterima aceHTrend, Minggu,(6/12) malam, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan tersebut untuk meningkatkan kapasitas guru dalam bidang pengetahuan masing-masing.

Menurutnya, seminar, diklat, pelatihan dan pendampingan terhadap Kelompok MGMP maupun KKG merupakan salah satu tanggungjawab PPMG.

“Tujuannya bagaimana guru kedepan dapat berperan secara optimal, dalam melaksanakan tugasnya,” kata Syarbaini.

Syarbaini berharap dengan kegiatan seminar-seminar yang dilakukan, kedepannya guru mampu melahirkan berbagai karya baik itu lewat pengetahuan yang dikemas dalam buku maupun menjadi tenaga pelatih bagi guru lainnya yang ada di luar Aceh dengan pengalaman sistem pembelajaran yang dilakukan.

Dirinya mencontohkan di Sumedang saat ini, karena kelompok MGMP mampu bekerja dengan baik, mulai dari mencari metode pembelajaran yang hingga evaluasi diri yang membuat mereka berkembang,bahkan menghasilkan karya tulis.

Hal lainnya, menurut Syarbaini, guru-guru di Sumedang sekarang ini menjadi tenaga pelatih bagi guru-guru lain di luar daerah mereka bahkan sampai ke Aceh untuk melatih guru-guru dalam mengembangkan pengetahuan mereka.

Pentingnya peningkatan mutu guru yang terus di dorong selama ini menurutnya, sebagai bagian dari kekuatan sekolah dalam mendorong kemajuan pendidikan terutama dalam menguasai kurikulum dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sehingga Proses Belajar Mengajar dapat berjalan seperti yang diharapkan, apalagi sekolah, menurutnya merupakan unit pelayanan publik di Bidang Pendidikan.

Dengan mampunya para guru mengembangkan pengetahuannya kepada murid dengan baik, tambahnya, maka bukan tidak mungkin Aceh khususnya dan Indonesia umumnya menjadi negara maju di dunia.

“Apalagi 9 September lalu, dihari pendidikan daerah, gubernur telah mencanangkan wajib menggunakan kurikulum 2013 atau kurikulum nasional di Aceh,” ungkapnya.

Syarbaini menyampaikan sebenarnya KKG dan MGMP tersebut bukan barang baru tapi sudah hadir sejak tahun 1990 lalu, namun entah apa persoalannya banyak daerah yang mati suri termasuk di Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya, sehingga gairah pendidikan kurang terangkat mutunya.

Dengan hadirnya PPMG akan membantu Kelompok MGMP dan KKG dalam meningkatkan mutu guru, Para peserta yang hadir pada kegiatan tersebut nanti bisa menjadi langkah positif dalam mempengaruhi guru di daerah mereka, sehingga para guru dapat bergairah kembali dalam mengembangkan kelompok KKG dan MGMP.

Ia menambahkan,bagi para guru yang mampu melahirkan inovasi berupa karya buku maka PPMG siap membantu anggaran untuk mencetak buku-buku karya mereka. [SZ]

KOMENTAR FACEBOOK