Akmal Ibrahim Lebih Unggul dari Jufri

ACEHTREND.CO, Abdya — Akmal Ibrahim masih berada pada tingkat pertama pada survey respon publik terhadap popularitas ke-2 tokoh kabupaten Aceh Barat Daya dengan presentasi 67,36 persen. Hal tersebut meningkat pada  tingkat presentasinya bila dibandingkan dengan survey pertama yang dilakukan pada  1 s/d 15 mei 2015, yaitu 63 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Eksekutif Aceh Research and Consulting (ARc) Herianto Marzuki, Senin (7/12/2015) sore, di Leuser Café jalan At-Taqwa Blangpidie.

Herianto menjelaskan, survey dilakukan di sembilan kecamatan dalam kabupaten Aceh Barat Daya menjelang Pemilukada kabupaten Aceh Barat Daya dengan melibatkan 1.200 responden (sampel), dengan margin error sebesar ±2,8%, dan dengan tingkat kepercayaan 95% terhadap populasi target. Adapun penentuan sampel menggunakan Multistage Random Sampling. Survey ini juga menggunakan quality control berupa Spot Check. Dan sebanyak 20% responden terpilih didatangi kembali oleh supervisor. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Lebih lanjut dikatakannya, survey ke-2 ini mengukur tingkat dikenal dan atau disukai seorang tokoh untuk menjadi bupati Aceh Barat Daya tahun 2017, namun dalam survey ini hanya dipublikasi persentase seorang tokoh disukai untuk menjadi bupati Aceh Barat Daya periode 2017-2022.

Hasilnya, Akmal Ibrahim lebih menonjol yang berada pada peringkat satu baik survey pertama maupun pada survey kedua yang dilakukan oleh ARc. Posisi kedua adalah M Fakhruddin Muhdi dengan presentase 16,18 persen. Jufri Hasanuddin yang kini menjabat Bupati Aceh Barat Daya berada pada posisi ketiga, dengan 3,31 persen.

Sementara Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Erwanto berada pada posisi keempat dengan presentase 3,25 persen, baru kemudian Said Samsul Bahri 2,83 persen dan Syahrial, 1,19 persen, Muazam 1,16 persen, Sulaiman Adami 1,08 persen, dan Yafrizal 1,00 persen.

Kemudian, ungkap Herianto Marzuki, jumlah tokoh yang disurvey tingkat dikenal dan disukai berjumlah 18 tokoh, 15 tokoh merupakan tokoh yang terjaring pada survey pertama yang dipublikasi di harian Serambi Indonesia pada tanggal 18 Mei 2015 , namun, dalam survey ini ditambahkan 3 tokoh untuk diukur tingkat dikenal dan disukai oleh publik untuk menjadi bupati Aceh Barat Daya tahun 2017, dimana ke tiga tokoh tersebut sudah mempublikasi diri secara langsung dan tidak langsung akan bertarung di pilkada 2017 mendatang sebagai kandidat.

Dari hasil survey dilapangan, tingginya respon terhadap Akmal Ibrahim untuk menjadi bupati Aceh Barat Daya periode 2017-2022 disebabkan masyarakat menginginkan Akmal Ibrahim kembali menjadi bupati Aceh Barat Daya periode  2017-2022, dimana sebagian besar masyarakat bawah merasakan program pro-rakyat yang dibuat semasa Akmal Ibrahim menjabat bupati Aceh Barat Daya, 2007-2012, semisal santunan kematian, santunan melahirkan, tanam Serentak, bantuan pupuk, dan program lainnya yang pro masyarakat.

Sedangkan sebagian besar responden yang menginginkan M Fakhruddin Muhdi menjadi Bupati Aceh Barat Daya periode 2017-2022 disebabkan M Fakhruddin punya akses bagus dengan pusat. Selama ini, Fakhruddin dikenal sebagai tokoh Aceh Barat Daya yang eksis di Nasional. “Hal ini akan berdampak bagus pada lobi-lobi anggaran untuk meningkatkan pembangunan di Aceh Barat Daya dalam segala aspek,” papar Herianto

Pada Kesempatan tersebut, Hamdi Afkar Sekretaris ARc mengatakan tingginya presentasi Akmal Ibrahim disukai menjadi Bupati Aceh Barat Daya 2017-2022 akan berpengaruh pada tingginya elektabilitas jika Akmal Ibrahim mencalonkan diri sebagai Bupati 2017-2022. Begitu juga M Fakhruddin Muhdi, namun tidak tertutup kemungkinan tokoh-tokoh lain akan tinggi elektabilitasnya pada saat menjadi calon.

“Hal tersebut tergantung manuver politik yang dilakukan tokoh tersebut,” pungkas Hamdi Afkar.

Nasruddin Muhammad Jalil

KOMENTAR FACEBOOK