Mahasiawa Tuntut realisasi Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (RUU KKR) di Aceh

ACEHTREND.CO, Meulaboh — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Mahasiswa untuk Hari Korupsi dan HAM Rabu, (9 /12/2015) melancarkan aksi demonstrasi di bundaran Tugo Pelor, Meulaboh Aceh Barat.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan juga elemen sipil lainnya menyampaikan orasi dan juga membagikan selembaran- selembaran kepada para pengguna jalan.

Ada tujuh tuntutan yang di sampaikan masa dalam aksi tersebut yaitu : realisasi KKR di Aceh, meminta ketegasan Pemda Aceh Barat dalam menyelesaikan persoalan tanah di desa Pasi Pinang, stop kriminalisasi di tubuh militer, stop penganiayaan di Lapas Aceh Barat, mendesak Kejari Meulaboh untuk menuntaskan kasus korupsi cetak sawah baru di kabupaten Aceh Barat yang telah merugikan negara 3,8 milyar serta menyeret pelaku sampai ke pengadilan, dan pemenuhan jaminan hak atas tanah masyarakat Kuala Seumanyam yang diduga diserobot oleh perusahaan perkebunan sawit PT. Kalista Alam

Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Raman Dhawis Sandika dalam orasinya meminta KKR wajib direalisasikan, karena itu merupakan amanah dari MoU Helsinki. Menurutnya, berapa banyak anak yang menjadi yatim karena kehilangan bapaknya, janda kehilangan suami, itu akibat agresi militer di masa lalu yang sampai saat ini belum di adili, kasus pembantaian Teungku Bantaqiah, tragedi Simpang KKA, semua orang menantikan keadilan dari Negara, maka dari itu wajib KKR itu direalisasikan. Hal yang sama juga disampaikan oleh korlap aksi, Maskur.

“Selain tindakan hukum untuk pelaku kejahatan HAM harus segera dilakukan, kami juga meminta penegak hukum segera usut juga secara tuntas kasus- kasus korupsi di Aceh” ujar Maskur di dampingi Deni Setiawan serta Presma (UTU) Raman Darwis Sandika kepada acehtrend di sela-sela aksi berlangsung.

Aksi yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian berlangsung selama 3 jam. yang dimulai dari jam 10 pagi berakhir pada jam 12 siang.Meski sempat terjadi aksi bakar spanduk, aksi tetap terjalan kondusif dan terkendali. Aksi akhirnya bubar setelah para Demonstran menyampaikan aspirasinya.[]

Fauzi Cut Syam

KOMENTAR FACEBOOK