Terkait Pengusungan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari PA untuk Nagan Raya, Ini Penjelasan Versi Tu Kim

Jpeg

ACEHTREND.CO, Nagan Raya — Mantan ketua DPW Partai Aceh kabupaten Nagan Raya Teuku Raja Mulia di duga telah melakukan “pembohongan publik” terkait pernyataannya tentang keabsahan kepengurusan Ulee Balang Sagoe (kecamatan).

Menurut Ulee Balang Sagoe Seunagan Khaidir Ma’in alias Tu Kim ketika di temui pada Hari Rabu, (9/12/2015) pihaknya menduga saudara Raja Mulia telah membohongi pasangan H. Jamin Idham/Chalidin Oesman dan Mualem Muzakir Manaf, karena dari sejak pertama mencuatnya persoalan ini belum ada pertemuan dilakukan oleh pengurus yang sah dengan para ulee balang Sagoe, serta pertemuan pengurus DPW yang yang sah dengan kandidat yang akan di Usung oleh DPW Partai Aceh kabupaten Nagan Raya.

“Kami para Ulee Balang Sagoe PA Nagan Raya juga membantah keras pernyataan Mantan Ketua DPW Partai Aceh Nagan Raya saudara Raja Mulia terkait keabsahan SK dan kepengurusan Ulee Balang Sagoe, karena sampai saat ini SK dan stempel yang ada pada kami masih berlaku, sebagai bukti pada pemilu legeslatif 2014 kami masih menanda tangani usulan Caleg dari Partai Aceh dan pelaksanaan Muswil, setiap kegiatan resmi partai, kami juga masih terlibat,” ujar Khaidir Ma’in alias Tukim kepada acehtrend di Jeuram, Rabu, 9/12/2014.

Lebih lanjut Tu Kim membeber bukti bahwa pada  hari Senin, (7/12/2015) sekitar jam 15:00 Wib, Teuku Raja Mulia bersama Saudara Ferry datang menemui M.Yasin alias Tgk.Rimba selaku Ulee Balang Sagoe Beutong di kediamannya dan beberapa Ulee Balang lainnya dengan membawa satu berkas dukungan terhadap Pasangan Jamin Idham/Chalidin Oesman.

Pada hari tersebut Raja Mulia dan kawan- kawan masih mencari para Ulee Balang Sagoe untuk menanda tangani berkas dukungan cabup dan cawabup yang sudah mereka usung dengan mencantumkan nama para Ulee Balang tersebut dalam surat dukungan, namun tidak mereka tanda tangani, selanjutnya berkas serta amplop berisi uang juga sudah mereka sita sebagai barang bukti.

“Malah kami sekarang mempertanyakan kepada Raja Mulia tentang keabsahannya membuat pertemuan dengan orang-orang di luar Partai Aceh di Jakarta sekaligus mengklaim bahwasanya mereka pengurus yang sah,” ujar Tu Kim secara tegas yang di dampingi Ulee Balang Beutong M.Yasin alias Tgk.Rimba

Lebih lanjut Tu Kim mengatakan bahwa sejak tahun 2008 sampai 2013 status Raja Mulia adalah Pejabat sementara (PJS) dan itu berakhir setelah Digelarnya Muswil DPW Partai Aceh Nagan Raya pada tanggal 10 Mei 2015 di Hotel Grand Nagan.

Menurut Tu Kim Muswil DPW Partai Aceh Nagan Raya Sah karena atas perintah lisan yang langsung di sampaikan ketua Umum DPA Partai Aceh Tgk.H.Muzakir Manaf pada tanggal 19 April 2015 pukul 21:44 Wib di Pendopo Wakil Gubernur Aceh, berkas hasil Muswil juga sudah di Sampaikan kepada Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh di Banda Aceh, dan pihaknya juga sudah bertemu langsung dengan Sekjend yaitu Teungku Mukhlis Basyah.

“Selanjutnya kami sedang menunggu SK serta prosesi pelantikan yang di jadwalkan akan berlangsung di Nagan Raya Atau pun di Banda Aceh, kita berharap pengurus DPA Partai Aceh di Banda Aceh segera menanda tangani SK tersebut untuk menyelamatkan wibawa dan Marwah Partai Aceh Nagan Raya dan Raja Mulia tidak bisa membatalkan Muswil yang sah hanya dengan pernyataan melalui media atau koran,” ujar Tu Kim kepada acehtrend.

Para Ulee Balang yang memprotes adalah Tgk.Khaidir Ma’in alias Tukim selaku Ulee Balang Seunagan, M.Yasin alias Tgk.Rimba selaku Ulee Balang Beutong, M.Ali selaku Ulee Balang Beutong Ateuh Bangalang,Azhari alias Tgk.Pidie selaku Ulee Balang Kuala, Hambali selaku Ulee balang Tadu Raya, Abu Bakar PP alias Kadus selaku Ulee Balang Kuala Pesisir, Hasbi selaku Ulee Balang Suka Makmue, dan Tuha Peut Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya Abu Razali, sedangkan 2 Ulee Balang¬† Sagoe lainnya yaitu Darul Makmur dan Tripa Makmur sampai saat ini belum memberikan komentar terkait persoalan ini. []

Fauzi Cut Syam

KOMENTAR FACEBOOK