Si “Hantu Gundul” Peugah Persediaan Darah di PMI Aceh Sedikit

Ozy Syahputra, Ria Rosja dan Si Cantik Ais

Baru-baru ini, Aceh didatangi “hantu gundul.” Apa yang dilakukan, dan apa saja yang menjadi perhatiannya, di negeri yang pernah berdarah dan dipenuhi korban karena konflik dan tsunami ini?!

Ternyata, “hantu gundul” itu heran terhadap kurangnya persediaan darah di PMI. “Saya sudah melihat persediaan darah di PMI, ternyata masih sedikit sekali,” katanya.

Bukan hanya soal darah, “hantu gundul” yang kini berusia 53 tahun ini juga menemukan mulai banyaknya anak-anak Aceh yang terkena kanker dan juga thalasemia.

“Itu yang membikin saya sedih, sementara kehidupan mereka juga sangat memprihatinkan,” katanya lagi.

Ozy Syahputra sedang donor darah
Ozy Syahputra sedang donor darah

Tunggu dulu, si “hantu gundul” itu adalah sosok yang diperan oleh aktor berdarah Aceh, yaitu Fauzi Syahputra, atau yang lebih dikenal dengan Ozy Syahputra dalam film Si Manis Jembatan Ancol. Inilah film yang langsung meroketkan namanya.

Bagi Ozy, hal yang sangat dirindukan setiap pulang kampung adalah suasana kotanya, pantainya, dan kulinernya. Kenangan yang paling diresapinya adalah di bulan puasa sebab sesama tetangga saling kirim mengirim makanan.

“Sayang, sekarang keluarga di kampungku Cot Lamkuweuh, sudah gak ada lagi. Kadang  suka bingung mau kemana lagi, saudara ngak ada, teman kecil juga ngak ada,” akunya dengan mimik sedih kepada Ria Rosja, artis Aceh.

Kepada Ria Rosja, Ozy kini mengaku lebih banyak bernyanyi disamping shooting sesekali menjadi bintang tamu. Kata penyuka memotret dan merias pengantin ini, ia kerap ke Kalimantan untuk bernyanyi khususnya di musim Pilkada.

Kembali soal Aceh, kata penyuka banyak ragam makanan Aceh, khususnya Pliek, ia berharap agar pemerintah Aceh harus lebih berkerja keras untuk mensejahterakan rakyat Aceh.

“Aceh sudah lebih bagus. Sudah banyak bersolek usai konflik dan tsunami. Hanya perlu kerja keras lagi agar kesejahteraan rakyat Aceh lebih nyata sehingga problem kemiskinan, kesehatan, lapangan kerja bisa teratasi,” harapnya.

Bagi Ozy, yang paling berkesan kalau ke Aceh, terutama kalau ke Banda Aceh adalah shalat di mesjid-mesjid. Ozy paling senang dengar alunan suara adzannya, juga lantunan ayat-ayat suci yang disuarakan oleh imamnya, juga ceramahnya.

“Kerenn,” katanya sambil menunjuk jempolnya.

Bukan itu saja, yang lebih menarik bagi Ozy adalah usai shalat subuh. “Selesai shalat, jak u warong, pajoh bu gurih dan jeup kupi…he..he..,” ujarnya kepada Ria Rosja. []