Tgk Imam Syuja’: Lokomotif Transformasi Sosial dan Pahlawan Aceh Singkil

Imam Syuja' Foto: satuharapan.com

Pada pagi Jumat, 11 Desember 2015, ketika membuka facebook, di status teman tertulis ‘Tengku Imam Syuja’, telah berpulang kerahmatullah’.

Facebook itu, saya balas dengan ucapan: Innalillahiwainnailahirajiun. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Sejak dapat informasi itu, dalam pikiran saya, muncul kesan dan kenangan indah di saat saya pernah berjumpa dan berintegrasi dengan Tgk Imam Syuja’ beberapa tahun lalu.

Dari pertemuan dan beberapa kali terlibat diskusi serta dari literatur yang saya baca, saya coba goreskan simpulan kenangan dan kesan saya pada beliau lewat tulisan ini.

***

Tengku Imam Syuja’, merupakan salah seorang tokoh Aceh yang sangat besar jasanya. Tidak saja bagi kemajuan Aceh, agama juga kemajuan Indonesia umumnya.

Jasa besar ini, diukir lewat kiprahnya sebagai tokoh agama (Ketua PW Muhammadiyah Aceh), dai, anggota MPR, DPR dan pengusaha. Juga ditorehnya pada berbagai pertemuan dan perundingan-perundingan.

Dalam  sepak terjangnya, Tgk Imam Syuja’ terkenal sebagai jago lobi, diplomasi dan negosiator ulung. Apalagi saat perundingan-perundingan antara RI-GAM digelar.

Ia adalah tokoh pengurai masalah dan pencair setiap problem yang ada. Pendeknya, beliau tokoh problem solving yang brilian dan bertalenta.

Karena itu, tidak berlebihan bila dikatakan, sosok Tgk Imam Syuja’ figur penggerak (lokomotif) transformasi sosial keagamaan, demokrasi, dan intelektual di Aceh, bahkan, di Indonesia.

Apalagi bagi saya. Tgk Imam Syuja’ tidak hanya sebagai tetangga yang baik, ketika saya berdomisili di jalan Cut Meutia, Banda Aceh. Beliau adalah guru sosial yang saya kagumi dan perangainya patut ditiru dan digugu.

***

Saya dengan Tgk Imam Suja’ acap bertandang dan bertemu di rumahnya, karena urusan jurnalistik, minta bantuan dana kegiatan, dan mencetak buku kumpulan tulisan “Muhammadiyah Dalam Pandangan Cendekiawan Aceh” dalam rangka Muktamar Muhammadiyah ke 43 di Banda Aceh.

Setiap kami bersua dan berdiskusi, pada sosok Tgk Imam Syuja’, saya temukan kesan, yaitu tutur katanya sangat lembut, sejuk, dan penuh kebapaan.

Sisi lain, perkataannya penuh makna dan gizi. Membuat saya selalu tercerahkan dan terinspirasi. Bahkan, tergerakkan.

Tgk Imam Syuja’ bagi saya sosok tokoh yang peduli pada gerakan anak muda dalam bidang sosial keagamaan.

Setiap saya dan kawan-kawan menemui Tgk Imam Syuja’ untuk suatu keperluan–mintak bantuan misalnya—beliau selalu memberikan motivasi dan respon positif pada kami. Walau pun tidak jarang, saya dan kawan-kawan acap dikritiknya dengan kritik yang konstruktif.

Dalam mengeritik, Tgk Imam Syuja’ selalu memberikan pemikiran-pemikiran alternatif, pertimbangan-pertimbangan dengan ujaran logis yang rasional.

Dalam penyampaian atau ujarannya, pemakaian kalimatnya tertata rapi  dan kata-katanya pun terpilih. Diucapkan dengan pasih dan nada yang lembut.

Suatu ketika,  saya bersama kawan aktifis Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pernah mendapat atvis dari beliau.

Di Masjid Raya Baiturrahman itu katanya, harus diperbanyak kegiatan keagamaan anak muda dan remaja.

Seperti diskusi, pelatihan kader, pengajian, dan kegiatan positif lainnya. Masjid Raya itu, bukan sekadar tempat ibadah saja. Tetapi juga, tempat kegiatan sosial keagamaan.

Menyahuti saran Tgk Imam Syuja’, kami aktifis Masjid Raya Baiturrahman, tak putus-putus membuat kegiatan dengan melibatkan Tgk Imam Syuja’ sebagai donatur.

Pahlawan Warga Aceh Singkil
Tatkalah saya sudah berada di Aceh Singkil dan menjadi wartawan di sana, saya terdengar kabar bahwa, belasan atlet Porda Aceh Singkil disandera oleh sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan para atlet itu telah dibawa ke gunung di kawasan Aceh Utara.

Mendengar itu, Pemkab dan warga Aceh Singkil terutama keluarga atlet menjadi gusar, cemas, dan berharap supaya ada yang berbaik hati melepaskan mereka dari sanderaan tersebut.

Ketika itu, tampillah Tgk Imam Syuja’  sebagai negosiator membebaskan atlet Porda Aceh Singkil yang disandera sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Atas berkat Allah dan usaha-usah Tgk Imam syuja’ dan usaha yang lainnya, Alhamdulillah, atlet Porda Aceh Singkil pun dibebaskan dengan selamat.

Rasa simpati saya padaTgk Imam Syuja’, tambah mendalam. Sehingga tidak berlebihan bila dalam tulisan ini saya katakan, Tgk Imam Syuja’ termasuk salah seorang pahlawan pembebasan atlet Porda Aceh Singkil.Tegasnya, Tgk Imam Syuja’ pahlawan Aceh Singkil.

Terima kasih atas jasa-jasanya tengku. Kami akan tetap mengenangnya. Dan semoga pahala jasa itu terus mengalir sebagai amal jariyah.[]

Sadri Ondang Jaya, penulis buku Singkil Dalam Konstelasi Sejarah Aceh