KPPA Meminta Berhenti Menghakimi Tgk Samunzir

Guru yang tercinta Syaikh Muda Tuanku Tgk. Samunzir Bin Husein

ACEHTREND. Abdya — Belakangan ini banyak bertebaran kritikan, makian, cercaan hingga pengadilan “jalanan” didunia maya terkait dengan Tausiah Tgk Samunzir pimpinan Majlis Zikrullah Aceh (MZA) saat MILAD ke 39 Aceh Merdeka (AM) 4 Desember lalu di Taman Ratu Safiatuddin PKA.

Ini terjadi karena dalam taujih Tgk Samunzir pada acara tersebut ada keluar kata-kata kotor. Hanya saja banyak para pengkritik di media social ini menghukumi melalui video atau tulisan tentang taujih Tgk Samunzir yang tidak lengkap atau terpotong, dan mereka menitik beratkan pada kata-kata kotor itu.

“Saya bukan jamaah majlis zikir itu dan bukan orang tertarik dengan zikir model itu, namun karna saya hadir pada acara MILAD AM juga mengikuti taujihnya Tgk Samunzir maka saya ingin melihat persoalan ini dengan objektif dan adil.” Hal ini dikatakan Sekjend KOmunitas Peduli Pemuda Aceh (KPPA) Yulizar Kasma pada AcehTrend melalui rilisnya. Minggu 13 desember 2015.

Menurutnya, tidak dipungkiri bahwa kata-kata itu keluar, namun harus difahami bahwa khilafnya Tgk samunzir ini lebih karna ingin “membangkitkan semangat aneuk Bangsa” dan terlebih dahulu sebelum Tgk Samunzir masuk pada area meteri “panas” beliau terlebih dahulu minta izin pada WN Malik Mahmud dan di akhir taujihnya tgk Samunzir juga meminta maaf .

“Seharusnya kita bisa bersikap adil terhadap Tgk Samunzir, bahwa khilafnya dalam mengeluarkan kata-kata kotor telah ditutupi dengan permohonan maaf,” Ujar Yulizar

Kemudian, katanya “lagi pula banyak hasil taujihnya yang benar-benar bermanfaat dan memberi semangat. Jarang ada da’i (saya menyebutnya Da’i bukan Ustaz karna saya bukan muridnya) yang berani mengkritik Pemerintah atau elit politik yang si da’i berada dalam acara mereka itupun secara lansung. Banyak para Da’i yang memuji pemerintah baik di depan atau dibelakang, ada juga Da’i yang berani mengkritik bukan saat di hadapan Pemerintah alias dibelakang mereka.”

Menurut Yulizar, “Namun ini beda, Tgk Samunzir terang-terangan mengkritik elit-elit GAM yang di pemerintahan, dan ini menurut saya sangat luar biasa.”

Jika para “hakim” dunia maya itu memang mau menasehati Tgk Samunzir, seharus mereka juga melakukan dengan etika dan kebijaksanaan. Karna memang agama ini adalah nasehat, dan kewajiban kita saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran( Al asri). Apa bentuk etika dan kebijaksanaan, yaitu dengan cara datang menjumpai tgk samunzir face to to face lalu memberi nasehat, bukan dengan dengan tambah membuka Aibnya di media social, toh kita berada di kota yang sama.Model kritik begitu juga bukan prilaku syafiiah atau aswaja “karna imam Syafii’ mengatakan bahwa beliau minta dinasehati ketika sendiri bukan ketika tempat ramai. Atau perkara ini juga bukan perkara orang “Sunnah”, karna orang sunnah mengkedepankan tabayyun dan silatu ukhwah saling menasehati karna cinta, persaudaraan karna Allah.

“Seharusnya mereka bisa datang ketemu Tgk Samunzir dan mendiskusi sehingga kedepan beliau lebih bisa menjaga pola bahasanya,” kata Yulizar

Di Akhir kalimat Yulizar Kasma mengharapkan agar penguna media sosial untuk tidak lagi menyebar berita dan video tersebut, “Saya mengharapkan agar kita berhenti menyebarkan berita dan video yang dapat merusak ukhwah dan persaudara di antara kita.” []

KOMENTAR FACEBOOK