MIBARA, Wisata Baca di Blang Padang Persembahan RUMAN Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh — Bila biasanya lapangan lapangan Blang Padang dipenuhi dengan aktivitas olah raga dan wisata kuliner. Maka, sejak satu tahun setengah lalu, ada yang unik pada setiap pagi hari Minggu di lapangan kebanggaan warga Kota Banda Aceh itu.

Sekelompok muda-mudi sudah sibuk mengatur posisi mereka yang berhadapan dengan rumah dinas Walikota Banda Aceh sebelum pukul 7 pagi. Mereka sibuk membentang 4 terpal berwarna biru.

Lalu, kesibukan mereka semakin bertambah ketika sebuah becak datang dan menurunkan barang-barang seperti box container, meja lipat, spanduk dan sebagainya.

Ya, mereka dari RUMAN (Rumah Baca Aneuk Nanggroe) Aceh yang sedang bertugas pada kegiatan Minggu Baca Rame-rame (MIBARA).

Di atas terpal pertama mereka susun beragam bacaan majalah dan buku untuk konsusmsi remaja dan dewasa. Pada terpal kedua mereka jejerkan bahan bacaan untuk anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan pada terpal ketiga mereka sediakan mainan bongkar pasang untuk anak-anak preschool. Sementara itu, para petugas berada di terpal keempat.

Nah, para petugas yang terdiri dari 4 orang itu dibagi tiga. Pertama, menerima pengembalian buku. Kedua melayani peminjaman. Sedangkan yang ketiga merekam suasana para pengunjung dengan kamera yang digenggamnya selama berlangsugnya MIBARA.

Pendiri dan Direktur RUMAN Aceh, Ahmad Arif menuturkan bahwa MIBARA merupakan upaya sederhana untuk mengatrol minat baca masyarakat. Caranya sangat mudah dan petugasnya pun sangat ramah.

“Kita lebih suka menghakimi dari pada memberi solusi. Sering dikatakan bahwa minat baca masyarakat sangat rendah. Namun, pada saat yang sama, tidak ada solusi ril yang ditawarkan. Di sisi lain, memang ada program pustaka dari pemerintah. Sayangnya sangat project oriented. Dua kondisi tersebut yang mendorong RUMAN Aceh menggelar MIBARA sejak 18 Mei 2014 lalu”, ujar Ahmad Arif.

Setiap pengunjung, lanjut Ahmad Arif diberikan kebebasan untuk membacai di tempat beragam koleksi yang dihidangkan dan atau meminjam maksimal 5 buku selama sepekan kedepan secara cuma-cuma alias gratisan.

Dari para peminjam, petugas MIBARA hanya meminta nama, alamat, nomor HP dan judul bacaan yang dipinjam. Alamat bukan bagian penting, nomor HP yang lebih diutamakan. Tujuannya agar bisa dikirimi pesan pengingat pada Sabtu sore.

“Ada pelajaran penting dari perjalanan pelaksanaan MIBARA. Yaitu, ketika kita ikhlas memberikan kepercayaan seratus persen kepada masyarakat, mereka pun akan memberikan hal serupa, bahkan terkadang lebih besar. Ini terbukti dengan pengembalian pinjaman yang mencapai 95 persen. Yang 5 persen lagi terlambat karena faktor eksternal, bukan karena kesengajaan”, urai Arif.

Antusiasme masyarakat mengunjungi MIBARA cukup tinggi. Pada yang datang bersama keluarga. Ada yang datang bersama kawan sekolah atau teman kampus. Ada yang membaca sambil berdiri. Ada pula yang jongkok dan duduk. Bahkan ada yang membaca sembari rebahan santai.

Pada edisi ke 60 (Minggu, 13/12/2015) ini, sebanyak 82 pengunjung membawa pulang (baca; meminjam) 329 bahan bacaan yang akan dikembalikan pada edisi ke 61 MIBARA.

Siapa saja boleh berkontribusi untuk menambahi bacaan. Bisa buku atau dana yang akan dibelikan buku oleh tim Pustaka RUMAN. Khusus sumbangan buku, bisa diantarkan ke lapak MIBARA atau langsung ke sekretariat RUMAN di samping Kantor Geuchik Punge Blang Cut. Namun, RUMAN tidak menerima lagi buku pelajaran sekolah karena sudah sangat banyak. Ada pun dana bisa dikirmkan ke rekening Bank Mandiri, nomor 158 00 0249329 4 atas nama Lembaga Pendidikan RUMAN.

“Khusus sumbangan dana ke rekening, kita sangat mengharapkan konfirmasi ke 081360295521 atau via facebook RUMAN Aceh agar tidak bercampur dengan donasi kegiatan lainnya,” pungkas Arif.[]