Arogansi Oknom Aparat Kepolisian Lalu Lintas Aceh Barat Terhadap Masyarakat

ACEHTREND.CO, Meulaboh — Arogansi oknum aparatur kepolisian dalam menjalankan tugasnya seakan tidak asing lagi untuk di dengar, dan hal ini terjadi di Aceh Barat pada Hari jum’at (11/12/2015) lalu dimana seorang mahasiswa Aceh Barat bersama rekannya yang di tilang di simpang pelor Aceh Barat berinisiatif mempertanyakan ke Gardu Polisi lalu lintas terkait  penilangan yang tidak diberikan surat tilang.

Setelah mereka berdua berada dilokasi Gardu lalu lintas mereka mengucapkan salam lalu mempertanyakan terkait surat tilang lalu membicarakan tentang UU LLAJ  No 22 tahun 2009 dan peraturan Kapolri serta membicarakan seharusnya sepeda motor ini jangan di tahan kalau bisa hanya STNK nya saja, karena rekannya ini mau pulang kampung (maksud pulang kampung teman ini mau menjual durian dikampung karena dia sebagai anak kos sudah kehabisan dana untuk  hidup sehari-hari di Meulaboh) ujar Deni Setiawan kepada Sdr Brigadir M.Fadhli.

Sedangkan Alasan polisi ini harus menahan kendaraan bermotor karena rekan Deni Setiawan belum memperpanjang pajak kendaraan, Plat tidak di pasang dan tidak mengantongi SIM, setelah perbincangan panjang tiba-tiba rekan Brigadir M.fadhli yang bernama Sdr Dani keluar dari dalam ruangan ikut serta dalam perbincangan. Berbicara dengan nada lantang dan melotot yang ditunjukan kepada Deni Setiawan “oy kau nyolot  kali, jangan sok mengajari orang tua, sambil membantingkan tangan ke atas meja dan menakut – nakuti dengan cara mencoba akan memukul Deni Setiawan, pada saat itu Deni menjawab dengan perkataan “ yaudah kalau abang mau sentuh aku silahkan sentuh aja bang gak apa-apa” jawab Deni Setiawan, pada saat itu meskipun tidak sempat memukul namun oknum Polisi Lalu lintas Aceh Barat  yang bernama Sdr Dani ini juga sempat melontarkan kata-kata yang sifatnya mengancam “ kau di sini mungkin boleh aman, tapi diluar sana bisa saja kau belum tentu aman” kata Sdr Dani

Setelah perbincangan yang panjang akhirnya surat tilang diberikan oleh Sdr. Brigadir M.fadhli namun tetap saja kendaraannya yang menjadi tahanan razia, meskipun harapan kami hanya STNK yang ditahan tapi kami berfikir ya sudah lah apa boleh dibuat.

Karena saya Deni Setiawan mendapatkan perlakuan arogan dan menerima ucapan yang sifatnya mengancam dari oknum Kepolisian Lalu lintas Yang bernama Sdr Dani, maka Senin pagi, (14/12/2015) Deni Setiawan melayangkan surat pengaduan atas perlakuan oknum polisi ini ke Kapolres Aceh Barat dan Kasat Lantas Aceh Barat.

Saya Deni Setiawan berharap agar pihak terkait guna benar-benar bisa menindak tegas oknum kepolisian ini, dan sudah seharusnyaa ini bisa menjadikan pelajaran bagi anggota polisi yang lain agar kedepanya tidak ada lagi sikap arogan yang ditunjukan kepada masyarakat , seharusnya masyarakat  itu harus di layani dengan baik dan jika masih saja ada oknum polisi yg menunjukan sikap arogannya dihadapan masyarakatmaka nantinya bisa semakin membuat pandangan masyarakat menjadi negatif terhadap pihak kepolisian.

Saya Deni Setiawan juga berharap jangan sampai citra instansi kepolisian rusak hanya karena oknum seperti ini. Mungkin hari  ini saya yg mendapat prilaku arogan, namun jika dibiarkan ketakutan kita nantinya ada masyarakat diluar sana yg mendapatkannya hal serupa. []