Jubir ABAS: Politiking DPR Aceh Makin Memicu Adrenalin Kami untuk Mewujudkan ABAS

Fadhli Ali, Jubir ABAS sedang berbincang dengan Jimly Assidiqqy, soal aspek hukum pemekaran Provinsi Aceh

ACEHTREND.CO, Aceh — Pemberhentian Sulaiman Abda dari jabatannya sebagai wakil ketua DPR Aceh mendapat respon dari Juru bicara ABAS, fadhli Ali. Menurut Fadhli Ali, apa yang dilakukan oleh DPR Aceh menjadi bukti bahwa DPR Aceh lebih peduli dengan agenda politik elit ketimbang serius memikirkan nasib rakyat, khsusunya rakyat dari pantai barat selatan yang dalam beberapa hari ini terkena musibah banjir.

“DPR Aceh memang lembaga politik, tapi DPR Aceh saat ini lebih banyak kerja politikingnya ketimbang kerja-kerja politik kerakyatan. Dalam kasus Sulaiman Abda sangat kental nuansa politikingnya,” katanya kepada aceHTrend.

Lebih kanjut Fadhli mengatakan jika yang ada di dalam pikiran DPR Aceh semata kerja politiking sudah pasti DPR Aceh akan luput memikirkan hal lainnya padahal paska konflik sangat banyak masalah-masalah rakyat yang membutuhkan perhatian dan dukungan DPR Aceh.

“Menyo si uroe seupoet lale bak pike masalah ganto meuganto dan pecat meumecat man pajan teupike keu peukara laen yang leubeh mendasar? Contohya soal pembahasan APBA 2016 yang sangat penteng. Akhirnya selalu molor,” katanya.

Fadhli Ali mengatakan, dengan perilaku anggota dewan yang sedemikian rupa maka semakin menambah semangat bahwa memang sudah harus dipercepat lagi pemekaran Aceh. “Kondisi politik kekinian Aceh makin memicu andrenalin kami untuk mewujudkan ABAS atau ALA-ABAS,” ujarnya.

Fadlhli Ali yang aktif di Komite Persipaan pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3-ABAS) mengabarkan bahwa mereka akan semakin meningkatkan konsolidasi untuk memperkuat segala lini barisan, khususnya di kalangan generasi muda dari pantai barat selatan Aceh. “Ya, kita akan pikirkan untuk membuat pertemuan silahturahmi di Banda Aceh, melakukan analisis politik kekinian Aceh dan mengambil langkah-langkah startegis yang diperlukan,” pungkasnya. []

KOMENTAR FACEBOOK