Jenderal Kohler “Hidup” Lagi?

Kohler antara photo dan sketsa Nourman Hidayat

ACEHTREND.CO, Aceh — Siapa yang tidak kenal Kohler?! Jenderal Belanda bernama lengkap Johan Harmen Rudolf Kohler baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Soalnya, pohon Kohler yang hidup di halaman mesjid raya Baiturrahman, Banda Aceh, ditebang. Proyek perluasan mesjid kebanggaan rakyat Aceh kini kembali dipugar dan sayangnya, pohon yang kembali ditanam semasa Gubernur Ibrahim Hasan harus ditebang.

Maka Kohlerpun bagai hidup lagi. Orang ramai-ramai membincangkan kembali sosok jenderal yang kabarnya mati ditembak oleh sniper muda Aceh. Bukan hanya itu, diskusi pro kontra soal penebangan pohon Kohler juga berlangsung meriah. Ada yang menganggap apalah arti sebatang pohon geumpang itu, dan sebaliknya ada yang serius mengecam sebab penebangan pohon menunjukkan karakter peradaban yang tidak pro lingkungan.

Begitulah, berhari-hari linimasa dipenuhi dengan status, ulasan dan bahkan foto-foto seputar Kohler yang mati ditembak pada 14 April 1873 ketika sedang berdiri di bawah pohon geulumpang, atau yang kini disebut pohon Kohler.

Nourman Hidayat dalam Sketsa
Nourman Hidayat dalam Sketsa

Sayangnya, foto-foto tentang Kohler masih merupakan foto lama. Jadi, sudah lumayan buram. Itu, dulu. Kini, melalui sentuhan tangan Nourman Hidayat, Kohler jadi terasa lebih “hidup.” Melalui halaman facebooknya, politisi PKS ini memposting sketsa Kohler dan menulis:

“Mungkin sketsa ini bisa menjadi dokumen sejarah baru karena berbentuk reproduksi photo yang lebih detail dibanding photo asli. Saya mencoba jenis kertas baru khusus untuk sketsa. Sepertinya lebih menarik.”

Menurut Nouman (42), ia memang sudah berniat untuk menghidupkan kembali sejarah Aceh dengan cara membuat sketsa tokoh-tokoh yang yang ada dalam lembaran ingatan orang Aceh. Salah satunya, Kohler.

“Kita memang harus kembali melihat sejarah. Bukan hanya melirik tapi menjiwai sejarah kepahlawanan dan perlawanan yang begitu heroik. Aceh memiliki semuanya,” kata ayah dari lima anak yang juga hobi menulis.

Kepada aceHTrend anggota DPRD Aceh Besar sejak 2004 hingga 2014 mengaku, terakhir ia membuat sketsa dua puluh tahun yang lalu. Umumnya, sketsa yang dibuatnya bertema kemanusiaan. Nourman juga senang membuat sketsa teman-temannya. “Bahkan, orang yang tidak menyukainya juga dibuatkan sketsa,” kata lelaki yang juga berprofesi sebagai advokat.

Tentang sketsa Kohler sendiri diakuinya tidak memakan waktu panjang. “Hanya butuh satu jam untuk buat sketsa Kohler,” kata Nourman. Siapa lagi tokoh yang akan dibuatkan sketsa oleh lelaki humanis yang senang shalat di berbagai mesjid ini? Kita tunggu saja.

“Saya pergi dulu, bang ya. Ada pengajian di Beurawe,” kata lelaki yang oleh rekan-rekannya disebut sebagai sosok humanis ini kepada aceHTrend. []

KOMENTAR FACEBOOK