Tiga Warga Aceh Barat Dicambuk, 18 Lainnya Masih Menghindar

Warga Menjalani Hukuman Cambuk di Meulaboh

ACEHTREND.CO, Meulaboh — Sebanyak tiga warga Aceh Barat yang divonis bersalah melanggar Qanun Syariat Islam, tentang perjudian (maisir), Jumat, (18/12/2015) dicambuk, di halaman Mesjid Agung Meulaboh.

Eksekusi cambuk dilangsungkan Kejaksaan Negeri (Kajari) Meulaboh, sekitar Pukul 14.30 WIB disaksikan ratusan warga Aceh Barat, yang melaksanakan Shalat Jumat di Mesjid Al-Baitul Makmur Meulaboh, (Mesjid Agung Meulaboh).

Kepala Kejaksaan Negeri Meulaboh, Ahmad Sahrudin, Mengatakan, dari 21 orang yang sudah divonis bersalah, yang seharusnya dicambuk hari ini, namun hanya tiga orang yang kita lakukan eksekusi.

Menurut Ahmad, sisa 18 orang lagi, disinyalir menghidar dari hukuman (kabur). Ia berharap kepada pelanggar agar segera menyerahkan diri.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawatan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk. H Abdul Rani, dalam sambutannya mengatakan, Hukuman cambuk yang dilakukan ini untuk memenuhi aturan Qabun, yang bersifat duniawi, bukan untuk menghapus dosa kepada Allah SWT. Dosa hanya akan dihapus, jika kita mau bertaubat, dengan sungguh-sungguh, memohon ampunan kepada Allah, SWT.

Tgk Rani, berharap, proses hukum cambuk kali ini, terakhir dilaksanakan di Meulaboh, artinya, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dalam menjalan syariat islam di Aceh Barat,
Ia mengharapkan kepada yang warga yang melanggar, agar iklas menerima hukuman ini, muda-mumuhan dapat bernilai ibadah bagi kita semua.

Ketiga terpidana yang dicambuk yaitu Usman, Kasman, Abdullh, masing-masing terpidana ini dicambuk lima kali, setelah dipotong masa tahanan.[]

SZ

KOMENTAR FACEBOOK