Diary Perjalanan Pengurus Ipelmabar Saweu Gampong Paska Banjir

Banda Aceh, Minggu 20 Desember 2015, Pengurus Besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Barat  (Ipelmabar) Banda Aceh berangkat bersama rombongan menuju Aceh Barat.

Sebelum berangkat rombongan terlebih dahulu mendengarkan arahan Kanda Adnin A.Salam selaku Dewan Pertimbangan Ipelmabar di Anjongan PKA Aceh Barat, Lampriet, sekitar pukul 10.00 WIB.

Rombongan pengurus Ipelmabar baru bergerak menuju Aceh Barat pukul 11. 00 WIB. Turut ikut pulang saudara Hamdani Mustika, A (Koordinator Umum), Juwita, Miswar, Mukhsin, Mawardi, Mahlil, (Pengurus Ipelmabar) dan saya sendiri, Zulkifli Andi Govi selaku Dewan Pengarah Ipelmabar hingga pengurus secara resmi dilantik.

Dalam perjalanan pulang, ada kisah yang menggelikan hati. Begini kisahnya. Saat itu, kami sedang melewati gunung Paro dan Geurutee. Alam menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Ada laut yang terbentang luas, pohon pohon besar dipinggir jalan yang sangat menyejukkan. Tapi, di tengah nuansa kesyahduan alam itu ada  sahabat kami yang sedang bertarung dengan pusing 1000 keliling. Soalnya jalanan yang kami lewati memang memiliki tikungan yang berliku-liku. Si kawan mencoba memaklumkan kami: “Nyoe phon ek moto,” katanya.

Serentak kami semua tertawa. “Maklum ini kali pertama naik mobil.” Entah itu benar atau tidak namun itulah kisah yang buat kami semua tertawa serempak. Tapi, kisah itu pula yang telah membuat suasana perjalanan menjadi mencair. Selanjutnya, kami kembali menikmati alam yang memikat hati.

Perjalanan terus kami tempuh, waktu zhuhurpun tiba, kamipun singgah shalat dhuhur di Patek, sekaligus makan siang bersama sambil menikmati enaknya masakan negeri sendiri. Kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan hingga tiba di Kecamatan Woyla Barat, Gampong Mon Pasong.

Di sini kami menyampaikan sumbangan kepada masyarakat. Sumbangan ini sendiri berasal dari bantuan masyarakat, bank Mustaqim, Harian Aceh & ILC, serta Biro Akademik UNAYA. Sumbangan inilah yang kami salurkan ke masyarakat korban banjir di Aceh Barat, khususnya untuk kaum duafa, ibu janda , dan fakir miskin.

Setiba di Woyla, kami di sambut oleh Hendra Yani. Hendra adalah Wakil Ketua Umum Ipelmabar, dan penanggung jawab atas terlaksananya program Ipelmabar Saweu Gampong. Kami disambut  dirumah beliau dengan hidangan makanan khas Aceh “Gulai Udeung dan Gulai Boeh Bie” yang cukup lezat dan nikmat.

Disini juga ada kisah menggelitik. Awalnya teman-teman Ipelmabar sok nolak makan. Tapi, begitu melihat masakan, semua serontak bilang: “kami siap untuk makan” hehe.

Tanpa terasa, waktu asharpun tiba, kamipun  melaksanakan shalat ashar berjamaah di mesjid Gampong Mon Pasong. Selesai shalat kami bersilaturahmi dengan Keuchik Mon Pasong, Pak Ruslan beserta masyarakat. Dalam pertemuan inilah kami sampaikan maksud dan tujuan, dan kamipun menyalurkan beberapa bantuan kepada masyarakat.

Kemudian, kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Kecamatan Woyla Induk, khusunya Gampong Pasi Pandan untuk bersilaturahmi, sekaligus juga menyalurkan bantuan untuk para kaum duafa korban banjir. Kami disambut oleh “mak-mak” yang sudah cukup tua. Kami melihat wajah penuh kebahagian dimata mereka.

Bahkan Keucik Gampong Pasi Pandan, Bapak Mukhtaruddin mengangap kami sedang KKN. Kemudian kami jelaskan kami bukan sedang KKN, dan bukan juga sedang menjalankan tugas dikampus, tapi kami adalah anak Aceh Barat yang tergabung dalam Ipelmabar yang terpanggil hatinya untuk menjenguk saudara kami di Gampong. Pak keuciek akhirnya sangat terharu, bahkan ada emak emak yang memeluk kami dan meneteskan air mata sekaligus mendoakan kami: “Beu jeut keu aneuk yang malem, dan beubahagia donya dan akherat” (jadilah anak yang shaleh, semoga bahagia dunia dan akherat) doa salah satu dari mak-mak.

Setelah itu kami pamit, dan kami  berziarah ke Makam Al Mukaram Abu Ibrahim Woyla. Ketika mentari mulai tenggelam, kami rombongan pengurus Ipelmabar bergegas menuju Gampong Cot Keumudee yang perjalanya cukup jauh, melewati pasar Utama Woyla Induk Gampong Kualabhee.

Setiba di Gampong Keumudee, kami di sambut dengan wajah bahagia oleh Keuciek dan warga.  Ada hal yang sangat menyengat hati kami saat berada di sini. Di gampong Keumudee ini ada beberapa rumah yang terbawa hanyut oleh derasnya air di saat banjir, dan yang sangat memilukan hati ketika kami melihat mereka kini berumah di tenda berwanah putih dan kecil yang bertulis “bantuan kementrian.” Semoga saudara kita di daerah ini segera mendapat bantuan rumah.

Waktu magrib akan tiba, dan kamipun kemudian berangkat melaksanakan shalat magrib berjamaah di mesjid Gampong Tingkeum yang tidak terlalu jauh dengan gampong Keumeudee. Usai magrib kami berkumunjung kerumah duka Muchsin Saputra, Sakil Ketua 1 Ipelmabar dalam rangka memperingati 40 hari kepulangan sang kakek yang telah menghadap Sang Pencipta Allah SWT. 

Kemudian, usai berpamitan kami menuju kecamatan Samatiga, gampong Cot Mun, untuk berbagi senyum dengan nasyarakat, berbagi kebahagian. Meskipun dunia sudah gelap, kami ternyata masih juga ditunggu oleh masyarakat Gampong Cut Mun beserta Keuchiek, bapak Amiruddin.

Inilah keindahan yang kami rasakan dalam perjalanan Ipelmabar  “saweu gampong.” Kami bisa berbagi kebahagian dengan masyarakat, dan kebahagian ini tidak akan bisa ternilai oleh apapun selain hanya Ridha dari Allah SWT. []

KOMENTAR FACEBOOK