Smong News: Meningkatkan Ketahanan Bencana Berbasis Riset

ACEHTREND.CO, Aceh — Desember kembali hadir sebagaimana mestinya. Pada satu titik di bulan ini, kita sejenak kembali mengenang apa- apa yang tertinggal pada 26 Desember 2004 lalu. Meski air mata tak sederas sebelas tahun yang lalu, tapi kita tak boleh lupa bahwa ada banyak jiwa yang berkorban untuk me- menuhi kesadaran supaya lebih baik menghadapi masa depan.

Tsunami 2004 memang semakin berjarak dengan kita. Namun, itu tak berarti bahwa tanah ini tak akan dijenguk tsu- nami-tsunami yang lain. Sains dan temuan-temuan ilmiah memastikan keberulangan tsunami. Hanya waktu dan tempat adalah misteri. Tanah kita pun tak kunjung reda didatangi bencana lain: banjir, longsor, gempabumi, dan lain-lain. Karena itu, ketahanan masyarakat menghadapi ragam ancaman perlu menjadi perhatian dan prioritas dalam setiap langkah ke depan. Salah satunya adalah dengan mengupayakan pendekatan-pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Pembaca, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) lahir dan tumbuh di tanah rawan bencana. Sebagai pusat ke- cendekiaan, sudah seyogyanya Unsyiah berada di garda depan dalam menumbuhkembangkan iptek agar masyarakat dapat hidup aman di tengah ancaman yang ada.

Menumbuhkembangkan pengetahuan harus diikuti dengan penyampaian pengetahuan itu sendiri kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait. Karena itu, SMONG News edisi kali ini hadir mengetengahkan ragam hasil kajian dan riset sivitas Unsyiah untuk membantu penyelesaian persoa- lan-persoalan kebencanaan di Aceh.

Lebih tegasnya, SMONG edisi ini hendak membumikan prinsip kerja kami “Communicating Science, Enhancing Resilience”. Menyampaikan sains untuk meningkatkan risiliensi atau ketahanan terhadap bencana. Menjadi jembatan antara produk ilmiah dengan perumus kebijakan dan masyarakat. Meski tidak mudah, kita harus terus dan terus berusaha se- bagai ikhtiar membangun ketahanan negeri ini menghadapi bencana.

Selamat membaca, Klik di sini SMONG News

Daftar Isi Smong News
Upaya Unsyiah Membangun Kapasitas Pengetahuan Kebencanaan
Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng

PERAN KELEMBAGAAN DALAM MITIGASI BENCANA
Teuku Alvisyahrin, Ph.D.

DINAMIKA GEMPA DI ACEH DAN UPAYA MITIGASINYA
Dr. rer. nat. Muksin Umar, M.Si., M.Phil.

Pascatsunami, Pantai Perlu Penanganan yang Tepat
Dr. Ella Meilianda & Dr. Katrin Monecke

Interaksi Manusia dan Alam dalam Perspektif Islam
Mizaj Iskandar, Lc., LL.M

Mengapa Sekolah perlu Siaga Bencana?
Dr. Aiko Sakurai & Rina Suryani Oktari, M.Si.

Pentingnya Kesiapsiagaan Keluarga Dalam Menghadapi Bencana
Ibnu Mundzir, M.A. & Intan Dewi Kumala, M.Psi.

Memahami Permasalahan Banjir dan Solusinya
Dr. Azmeri

Struktur Hijau Berbasis Mitigasi Bencana untuk Kota Banda Aceh
Dr. Mirza Fuady

SENDAI framework FOR DISASTER RISK REDUCTION (SFDRR):
PENGAKUAN GLOBAL TERHADAP PERAN pENGETAHUAN LOKAL DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA
Alfi Rahman, M.Si.

Estimasi Waktu Tiba Gelombang Tsunami dan Evakuasi Penduduk Kota-Kota di Aceh
Dr. Eng. Syamsidik

Pesan Kesiapsiagaan Bencana dari Gempa dan Tsunami Purba
Dr. Nazli Ismail

Perlu Integrasi Hasil Riset Dalam Kebijakan Mitigasi Tsunami

KOMENTAR FACEBOOK