Ini Rahasia Mengapa Foto Orang Shalat di Hijr Ismail Banyak Disukai dan Disebarkan

ACEHTREND.CO, Banda Aceh | Milah Yabmob melalui halaman facebooknya memposting foto orang sedang shalat di Hijr Ismail, Masjidil Haram. Foto yang disertai keterangan ini menyatakan bahwa seorang petugas kebersihan di Masjidil Haram yang terpilih sebagai petugas terbaik, oleh pengelola Masjidil Haram ingin memberikan bonus berupa uang yang cukup banyak. Namun, sang petugas justru menolak dan memilih agar diberikan izin untuk dapat shalat di Hijr Isma’il.

Kenapa pembaca di media sosial menyukai dan menyebarluaskan foto ini? Salah satu jawabannya karena sang petugas kebersihan itu lebih memilih surga ketimbang uang. “Sesuatu yang tidak ternilai,” tulis Milah Yabmob di postingan bertanggal 1 Januari 2016 itu. Sampai hari ini, jumlah yang menekan like atau suka sudah melebihi 24 ribu lebih dan telah dibagikan 1.000 lebih.

Sebelumnya, foto yang sudah pernah di upload oleh Dr. Bilal Philips pada 24 Maret 2014 ini juga sudah banyak yang sukai dan sebarkan. Ada 300 ribu lebih yang suka dan 66 ribu kali dibagikan.

Pintu Surga
Menurut beberapa sumber bacaan, salah satunya di Pikiran Rakyat, dikatakan bahwa Hijir Ismail adalah salah satu bagian dari Ka’bah yang terletak antara Rukun Syamin dan Rukun Iraqi. Dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail ini dahulu adalah tapak rumah keluarga Nabi Ibrahim. Di situlah Nabi Ismail tinggal bersama sang ibu, Siti Hajar, dan kemudian menjadi kuburan mereka berdua.

Ketika Ka’bah dipugar oleh suku Quraisy pada tahun 606 M, yaitu sewaktu Nabi Muhammad berusia sekitar 35 tahun, mereka kehabisan dana yang halal untuk dapat membangun Ka’bah seukuran aslinya. Karena itu, mereka mengurangi panjang tembok sisi barat dan sisi timur serta di bagian utara kurang lebih tiga meter. Itulah sebabnya luas Ka’bah menjadi berkurang sedang luas Hijir Ismail menjadi bertambah. Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah, karena itu jamaah yang melakukan thawaf harus mengitari pula Hijir Ismail.

Hijir Ismail merupakan bagian Ka’bah yang memiliki keistimewaan tersendiri. “Bagian” ini pun merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram dikisahkan, pada suatu hari ketika Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekah, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS : “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Wahai Abu Hurairah, di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijir Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru”.

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Keutamaan shalat di Hijir Ismail itu sama dengan shalat di dalam Ka’bah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. yang berbunyi : ‘Dari Aisyah r.a. katanya; ‘Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Kisah Ummu Mahjan
Pada Republika ada tulisan yang menjelaskan keutamaan membersihkan mesjid. Melalui artikel yang ditulis oleh Makmun Nawawi itu dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah SAW ada seorang wanita hitam bernama Ummu Mahjan. Dia selalu menyempatkan diri membersihkan masjid Rasulullah SAW. Suatu hari ketika Rasul sedang ke pemakaman, beliau melihat sebuah kuburan baru.

Rasul bertanya, “Kuburan siapa ini, wahai para sahabat?”

Mereka yang hadir di situ menjawab, “Ini kuburan Ummu Mahjan, ya Rasulullah.”

Rasul SAW langsung menangis begitu mendengar berita tersebut, lalu beliau menyalahkan para sahabatnya, “Mengapa kalian tidak memberitahukan kematiannya kepadaku supaya aku bisa menyalatinya?”

Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, pada waktu itu matahari sedang terik sekali.” Rasulullah diam saja mendengar jawaban tersebut.

Lalu, beliau berdiri dan shalat untuk mayit yang sudah ditanam beberapa hari itu dari atas kuburnya. “Bila ada di antara kalian yang meninggal dunia, beri tahukan kepadaku, sebab orang yang kushalati di dunia, shalatku itu akan menjadi syafa‘at di akhirat.”

Sesudah berkata demikian, Rasulullah kemudian memanggil Ummu Mahjan dari atas kuburnya. “Assalamualaikum ya Ummu Mahjan! Pekerjaan apa yang paling bernilai dalam daftar amalmu?”

Rasulullah SAW diam sejenak. Tak lama kemudian beliau berkata, “Dia menjawab bahwa pekerjaannya membersihkan masjid Rasulullah adalah pekerjaan yang paling bernilai di sisi Allah. Allah Taala berkenan mendirikan rumah untuknya di surga dan dia kini sedang duduk-duduk di dalamnya.”

Kesadaran inilah yang mungkin mengerakkan orang untuk menyukai foto dan ikut menyebarkannya dengan harapan orang-orang lainpun tergerak pikiran dan jiwanya untuk memilih surga ketimbang kesenangan duniawi yang hanya sementara.

Semoga suatu ketika, bila Allah memanjangkan umur kita dan memberi rezeki dan kekuatan untuk melangkah ke tanah suci semoga Allah memberi kita kesempatan yang sama. Sambil itu diwujudkan Allah, ada baiknya kita bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti jejak Sang Pembersih Mesjid atau jejak Ummu Mahjan yang memperoleh rumah di surga. Amin. []

KOMENTAR FACEBOOK