Si Ganteng Qemil G4UL Kangen Maulid Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh | Enak-enak di kampung orang, tetaplah lebih enak kampung sendiri. Hal ini dialami oleh Muhammad Syahrul Kamil, atau akrab di sapa Qemil. Qemil pulang ke Lamno, Aceh Jaya karena ia kangen Maulid Nabi ala Aceh.

“Maulid Nabi di Aceh beda dan lebih meriah,” katanya kepada Ria Rosja, aceHTrend.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW rutin dirayakan oleh masyarakat Aceh setiap tahun. Di Aceh, Maulid Nabi sudah melekat akrab dalam kehidupan masyarakat Aceh. Melalui Maulid Nabi silaturahmi juga terjadi, baik antar warga gampong maupung antar gampong.

Perayaan Maulid Nabi di Serambi Mekah dilakukan bergantian tergantung kesiapan kampung setempat dengan jadwal sekitar 3 bulan, yaitu Rabiul Awal (Maulod Awai), Rabiul Akhir (Maulod Teungoh), dan Jumadil Awal (Maulod Akhe). perayaan Maulid Akbar di Aceh berlangsung sejak 24 Desember 2015 hingga pertengahan April 2016 mendatang. Inilah masa perayaan Maulid Nabi Muhammad terlama di Tanah Air.

Terkadang, berbagai acara lomba pun dilakukan seperti lomba pidato, musabaqah, dll. Acara ini juga di sertai kegiatan Kenduri Maulid, berupa acara makan bersama di meunasah (masjid kecil di desa-desa), balai pengajian kampung, hingga di kantor-kantor dinas.

Rasa rindu yang bertubi-tubi untuk melihat kampung halaman pun kini sudah terbayar kan
Qemil menyempat kan diri untuk bertemu sanak saudara yang ada di Aceh, juga teman-teman lamanya yang ada di Aceh.

Maklum kini Qemil sudah menjalani kariernya di Jakarta sebagai penyanyi, bersama Eka Sapta dan Adibal Syahrul yang tergabung di  group “G4UL” yang telah membesarkan namanya lewat single Tak Bosan dan Kalau Aku Kaya. Bagi pecinta dangdut pasti tak asing lagi, karena G4UL sempat diisi oleh Syaiful Djamil.

Hadirnya Qemil, sebagai personil baru menggantikan Saipul Jamil, membawa suasana segar dan berhasil menempatkan G4UL kembali sebagai Group Vokal yang bergaya Anak Muda dan Masa kini.

Qemil yang memiliki suara yang khas nan manja ini juga sebelumnya sempat solo karier dan hits dengan single Mabuk Kepayang ciptaan Den Fajar dan Demam Asmara ciptaan Adibal Sahrul yang merupakan komposer dangdut nasional. Aliran dangdut yang diperankan Qemil adalah dangdut melayu.

Sejak umur dua tahun Qemil telah ditinggal sang ayah. Qemil tak mengenal bagaimana wajah ayahnya. Anak bontot dari enam bersaudara ini sangat beruntung berkat didikan sang ibu meraih sukses dan Qemil tampil di layar lebar sebagai pemeran utama.
Ayahnya bernama Zainal Abidin.

Qemil lahir di Lamno, Aceh Jaya 30 Juni 1986 lalu. Tak tanggung, Qemil menjadi pemeran utama dalam film berjudul “Setia Suara Hati” bersama artis senior yakni, Dwi Sasono, Yeti Surahman dan Maria Eva. Berbagai judul FTV pun telah qemil perankan .

Ketika tiba di Aceh yang paling di cari adalah kuliner khas Aceh. Jika pulang ke Aceh Qemil berburu kuliner yang paling terkenal yaitu Kuah Pliek U, Asam Keueng, Keumamah, dan Ie U atau kelapa muda. Menurut Qemil kelapa muda di Aceh lebih manis rasanya  dan selalu buat ia kangen Aceh dan tak akan pernah lupa akan tanah kelahiran nya, bahkan ketika di Jakarta pun Qemil selalu mencari kuliner khas Aceh yang kini makin ramai di Jakarta dan sekitarnya. []

IMG_20160107_213709

RIA ROSJA

KOMENTAR FACEBOOK