Rilis: SMUR KPW Aceh Barat Protes Nama Lembaga Mereka Dicatut

ACEHTREND.CO, Meulaboh | Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) KPW Aceh Barat menyatakan kekecewaannya atas pencatutan nama Organisasi kemahasiswaan tersebut dalam hasil sebuah diskusi publik yang diadakan di Warkop Corner City, Meulalaboh, Aceh Barat pada Sabtu, (9/1/2016)

Diskusi yang diadakan pada salah satu Café di Aceh Barat tersebut dipimpin oleh Fitriadi yang merupakan inisiator dari gabungan elemen Pemuda dan Mahasiswa Barat Selatan (PM-Barsela) tersebut menuai protes dari Organisasi Solidaritas Mahaiswa Untuk Rakyat (SMUR), hal tersebut diutarakan langsung oleh Pimpinan Komite Pimpinan Wilayah(KPW) SMUR Aceh Barat.

“Secara keorganisasian kami tidak pernah hadir dalam diskusi tersebut, kenapa nama Organisasi kami mesti dibawa-bawa? tegas Ali Usman Ketua KPW SMUR Aceh Barat.

“Ini sama saja dengan penyesatan opini namanya, terlebih lagi ada indikasi pencemaran nama baik Organisasi disini” tambah Ali.

Protes tersebut berawal saat hasil rapat tersebut tersebar ke publik melalui media massa, rapat yang dilakukan oleh segenap elemen mahasiswa dan pemuda se-Barat Selatan Aceh tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa ada 15 Orang di Barat Selatan Aceh yang kualifikasinya cocok untuk didukung sebagai Calon Gubernur Aceh pada momentum politik 2017 nanti. Nama-nama tersebut adalah:

1. Prof. Jasman J Ma’ruf, Rektor UTU
2. Rafly Kande, anggota DPD RI
3. H. T. Alaidinsyah, Bupati Aceh Barat
4. Taf Haikal, Juru Bicara Kaukus Barat Selatan Aceh
5. Muhyan Yunan, pensiunan PNS
6. Saifuddin Bantasyam, Akademisi
7. DR. Mursyidin Zakaria, Akademisi
8. Muchsalmina, Mantan Bupati Aceh Selatan
9. Akmal Ibrahim, SH Mantan Bupati Abdya
10. T. Iskandar Daod Anggota DPRA
11. Abdullah Saleh, SH Anggota DPRA
12. Darmili, mantan Bupati Simeulu
13. Fuadri, M.Si, mantan Wakil Bupati Aceh Barat
14. Meurah Sakti, Walikota Subulussalam
15. Sayed Mustafa Usab, Tokoh GAM

“Sangat riskan ketika ada saudara-saudara kita ada yang mencoba menjadi spekulan politik Aceh, entah itu dengan melakukan diskusi-diskusi politik mengenai siapa yang akan memimpin Aceh kedepan, kegiatan seperti yang di inisiasi oleh saudara Fitriadi kami turut mendukung sebagai sesama pegiat revolusioner Aceh kedepan, namun tidak lebih. Kami tidak mau nama Organisasi kami dicatut dan dikatakan menjadi salah satu pendukung dari 15 calon yang mereka sebutkan dalam diskusi tersebut, “ ujar Ali menjelaskan.

“Dan tidak satupun dari 15 calon tersebut yang kami dukung” pungkas Ali

KPW SMUR Aceh Barat berharap semua pihak yang sudah terlanjur larut dalam pembentukan opini ini agar mau mengklarifikasi. Pada dasarnya KPW SMUR Aceh Barat mengatakan memang ada anggotanya yang datang ke diskusi yang diadakan di salah satu Café di Aceh Barat tersebut, namun tidak satupun yang membawa nama lembaga SMUR. Kedua anggota SMUR tersebut adalah Tarmy Azwy sebagai perwakilan BEM-Ekonomi, sementara satunya lagi Fitriani Perwakilan Ikatan Mahasiswa Singkil.[]