Jejak Langkah Abuya Tengku Syekh H Zamzami Syam (5)

Abuya Tengku H Zamzami Syam Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hasanah Syech Abdurrauf As Singkil, Jumat (18/1/2013) sekitar pukul 15.20 WIB tutup usia.

Lanjutan dari bagian (4)

Latar Belakang Keluarga Abuya Teungku Syeikh H Zamzami Syam

Selesai belajar di Perguruan Tarbiyah Islamiyah Malalo Padang Panjang, ia tidak langsung pulang ke Aceh. Ia menjadi asisten Syekh H. Zakaria Labay Sati Malalo di almamaternya.

Tidak berapa lama mengajar, gurunya Syekh Zakaria Labay Sati menjodohkan Abuya Zamzami Syam dengan Umi Siti Rahimi, seorang santri putri yang santun, cantik, dan kemayu. Umi Siti Rahimi ini, salah satu santri putri yang sangat disayangi oleh Syekh H. Zakaria Labay Sati Malalo karena kecerdasannya dalam bidang ilmu nahu-saraf.

Karena Abuya Zamzami Syam, takzim pada guru. Ia pun melangsungkan pernikahan dengan Umi Siti Rahimi. Buah cinta dari perkawinan dengan Umi Siti Rahimi, Abuya dikaruniai dua orang anak, Tajuddin dan Syarifah. Namun belum sempat Syarifah berusia remaja, Allah SWT memangil kehadirat-Nya.

Setelah lima belas tahun berada di Sumatera Barat, tahun 1950-an Abuya Zamzami Syam bersama isteri dan satu orang anaknya, pulang ke Trieng Meudoro Baroh, kampung halaman tanah tumpah darah.

Tidak berapa lama tinggal di Trieng Maduro Baroh, orangtua Zamzami Syam, H. Muhammad Syam dan isterinya Hj. Sau’nah, menghubungi isterinya Umi Siti Rahimi dan berbicara dari hati ke hati. Salah satu pembicaraan antara mertua dan menantu itu, adalah tentang keinginan atau niat mereka yang belum kesampaian. Yaitu, ingin menjodohkan Abuya Zamzami Syam dengan Umi Siti Rahmah binti Tgk. Wahab yang juga termasuk kerabat dari mereka.

Namun, niat itu belum pernah kesampaian karena keburu Abuya Zamzami Syam berangkat menuntut ilmu ke Sumatera Barat. Nah, sekarang beliau telah kembali ke kampung, jadi orangtuanya ingin mewujudkan niat tersebut.

Setelah lima belas tahun berada di Sumatera Barat, tahun 1950-an Abuya Zamzami Syam bersama isteri dan satu orang anaknya, pulang ke Trieng Meudoro Baroh, kampung halaman tanah tumpah darah.

Penyampaian orangtuanya ini, diterima dengan baik oleh Umi Siti Rahimi. Dan akhirnya Abuya Zamzami Syam pun menikah lagi dengan dara Aceh Umi Siti Rahmah binti Tgk. Wahab, Gadis pilihan orangtuanya. Dari pernikahan itulah, lahirlah delapan orang anak. Yaitu, Dra. Marniati Zamsya, MM, Drs. M. Wali Syam, Ainiyati, S.Ag, dan Fauziati, S.Ag, sementara empat orang lainnya meninggal dunia.

Setelah menikah dengan Umi Siti Rahmah, disaat Abuya Zamzami Syam mengajar di Pawoh, Labuhan Haji, seorang orang tua jamaah pengajiannya memiliki seorang anak gadis yang sedang sakit. Dalam keadaan sakit itu, orang tuanya bernazar, ‘jika anak gadisnya sembuh, ia akan menjodohkan dengan Abuya Tengku Zamzami Syam.’

Dengan takdir Allah, anak gadis itu pun sembuh. Lantas nazar tadi pun ditunaikan. Anak gadis yang telah sembuh tadi, dinikahkan oleh orangtuanya dengan abuya.

Karena ini suatu nazar, Abuya Tengku Zamzami Syam pun menerima pernikahan yang ketiganya dengan Umi Zubaidah binti Muhammad Nur dari Desa Padang Bakau, Labuhan Haji.

Dalam pernikahan dengan umi tersebut, Abuya Zamzami Syam dikarunia seorang anak perempuan bernama Eni Yusnidar, S.PdI yang sekarang tinggal di Meulaboh, Aceh Barat.

Pada tahun 1993 isteri keduanya Umi Siti Rahmah binti Tgk. Wahab, yang dibawahnya ke Singkil, berpulang kerahmatullah. Lantas Abuya Zamzami Syam menikah lagi dengan Umi Hj. Zuraidah Shaleh. Namun dalam perkawinannya ini, mereka tidak dikaruniai anak.

Dengan demikian, Abuya Syekh Tengku H Zamzami Syam, memiliki empat orang isteri dan sebelas orang anak. lima orang anak yang hidup sampai sekarang dan enam orang telah berpulang kerahmatullah.

Makam
Pada hari Jum’at tanggal 18 Januari 2013 M bertepatan dengan 06 Rabiul Awal 1434 H sekitar pukul 15.17, Abuya Syekh Tengku H Zamzami Syam, berpulang keramahtullah dalam usia lebih kurang 90 tahun.

Saat beliau meninggal, ribuan umat Islam dari berbagai penjuru baik yang berada di Aceh Singkil maupun dari daerah lain datang melayat, turut berduka cita, dan memberikan penghormatan terakhir.

Berdasarkan kesepakatan keluarga dan pertimbangan berbagai hal, Abuya Syekh Tengku H. Zamzami Syam dimakamkan di komplek Pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf Singkil sekitar lima meter dari masjid.

Abuya Syekh Zamzami Syam, meninggalkan satu orang isteri, lima orang anak, 20 orang cucu dan satu orang cicit. Abuya juga, meninggalkan sebuah pondok pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf Singkil yang sekarang (sejak tahun 2013) kepemimpinannya dilanjutkan oleh cucu kandungnya, Abu Muda Irsyadul Fikri, S.Pd.I, anak dari M. Wali Syam.[]

KOMENTAR FACEBOOK